Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panorama Lanskap Samudra Rawa yang Luas di Hulu Sungai Utara

📅 Sabtu, 18 Mar 2023, 06:15 WIB | Oleh:
Panorama Lanskap Samudra Rawa yang Luas di Hulu Sungai Utara Doc: Istimewa

Di Hulu Sungai Utara bisa menyaksikan luasnya rawa hijau sejauh mata memandang. Di sini selain dikenal sebagai habitat kerbau rawa saat ini mulai dikembangkan wisata susur rawa serta melihat kerajinan dari purun yang tumbuh di perairan ini.

Povinsi Kalimantan Selatan memiliki luas 38.744,00 kilometer. Secara geografis, lokasinya berada di bagian tenggara Pulau Kalimantan. Di bagian barat di wilayah sekitar Sungai Barito berupa dataran rendah. Di bagian tengah di timur berupa dataran tinggi yang dibentuk dibentuk oleh Pegunungan Meratus.

Pada wilayah dataran rendah itu sebagian besar berupa rawa baik rawa pasang surut maupun rawa lebak. Luas lahan rawa pasang surut mencapai 186 ribu hektare, sedangkan lahan rawa lebak mencapai 137 ribu hektare.

Rawa pasang surut adalah rawa yang terletak di tepi pantai, dekat pantai, muara sungai atau dekat muara sungai dan tergenang air yang dipengaruhi pasang surut air laut. Sedangkan rawa lebak adalah rawa yang terletak jauh dari pantai dan digenangi air akibat luapan air sungai atau air hujan yang menggenang secara periodik atau menerus.

Lahan rawa pasang surut berada di tiga kabupaten yakni Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tapin. Sedangkan lahan rawa lebak berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tapin.

Salah satu kabupaten dengan luas lahan rawa lebak adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang beribukota di Amuntai. Luasnya mencapai 892,70 kilometer persegi atau 89.270 hentare. Dari luasan tersebut luas lahan rawanya mencapai 89 persen yang sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.

Memang di HSU lahan terhampar sangat luas. Bagi masyarakat luas, ekosistem rawa cukup menarik. Potensi ini kemudian dikembangkan sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke kabupaten dengan maskot patung itik atau bebek.

Wisata rawa yang bisa dituju adalah Sungai Namang di Kecamatan Danau Panggang. Tempat ini sekarang sudah mulai banyak dikenal warga HSU sendiri maupun dan di luar HSU. Lokasinya berada di barat dari pusat Kota Amuntai. Jika menggunakan kendaraan membutuhkan waktu sekitar 30 menit melalui jalan raya yang kondisinya cukup baik.

Untuk mengenalkan wisata Sungai Namang, pemerintah Desa Sungai Namang telah memasang tulisan sebagai petunjuk objek wisata di Jalan Alabio Danau Panggang di beberapa titik sehingga mudah ditemukan. Pemerintah setempat juga telah menyiapkan lahan parkir.

Untuk mencapai lokasi objek wisata pengunjung harus menaiki perahu dayung dengan nama kelotok untuk menyeberang dengan ongkos 2.000 rupiah per orang. Sesampainya di lokasi, pengunjung dapat menikmati pemandangan rawa-rawa yang sangat luas seperti lautan hijau.

Di tempat tersebut juga disediakan titik-titik foto agar pengunjung bisa mengabadikan mereka pernah datang di tempat tersebut. Di Sungai Namang juga telah dibangun jembatan dari bambu dan juga beberapa tempat untuk berfoto bagi pengunjung. Jika ingin mengunjungi tempat tersebut, harus menggunakan kapal dayung atau kelotok untuk menyeberang.

Pengunjung tidak perlu khawatir untuk mendapatkan makanan dan minuman karena warga berjualan di lokasi. Tidak ada batasan waktu berapa lama di antara mereka berada di tempat itu asal tidak sampai malam, sehingga bisa sepuasnya menikmati pemandangan rawa.

Sebelum menjadi objek wisata, masih berupa rawa yang tertutup oleh tanaman liar. Hingga akhirnya dilakukan pembersihan dan pembangunan sebagai objek wisata. Jika ingin lebih jauh menikmati suasana dan menikmati sensasi berperahu di sekitar Sungai Namang mengelilingi aliran anak sungai menggunakan kelotok bermesin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.