Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Terobosan untuk Bangun Produktivitas Pertanian RI

24 Jumat, 17 Mar 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perlu Terobosan untuk Bangun Produktivitas Pertanian RI Perlu Terobosan untuk Bangun Produktivitas Pertanian RI Doc: ISTIMEWA
Ket. JIRO TOMINAGA Direktur Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk Indonesia - Mustahil bagi mereka untuk memaksimalkan keuntungan dalam sistem rantai pasokan serta nilai tradisional yang berlapis-lapis dan buram.

JAKARTA - Direktur Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) untuk Indonesia, Jiro Tominaga, mengatakan diperlukan berbagai terobosan untuk membangun produktivitas pertanian di Indonesia mengingat pekerja sektor pertanian tersebut menikmati tingkat produktivitas yang rendah, dengan mayoritas adalah petani kecil.

Petani kecil menderita produktivitas yang rendah terutama karena mereka terus mengandalkan metode produksi yang sudah ketinggalan zaman dan memiliki akses terbatas ke pasar.

"Mustahil bagi mereka untuk memaksimalkan keuntungan dalam sistem rantai pasokan serta nilai tradisional yang berlapis-lapis dan buram," ungkap Jiro Tominaga, di Jakarta, Kamis (16/3).

Oleh karena itu, ia mengatakan diperlukan berbagai terobosan untuk membangun produktivitas pertanian di Tanah Air yang berkelanjutan. Tingkat produktivitas yang rendah tersebut tecermin dalam survei Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, di mana 99,94 persen petani di Indonesia mengelola lahan pertanian dengan luas rata-rata 0,95 hektare dan hanya mendapatkan pendapatan tahunan rata-rata 15,41 juta rupiah atau sekitar 1.076 dollar AS.

Padahal, menurut Jiro, pertanian sangat penting bagi upaya Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengentaskan kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif. Sektor pertanian bahkan mempekerjakan sepertiga dari total tenaga kerja di Indonesia.

Adapun pengalaman proyek ADB serta inisiatif publik dan swasta di Indonesia menunjukkan pentingnya mengembangkan ekosistem dan memanfaatkan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) untuk petani kecil.

Dengan demikian, dirinya berharap upaya dan dukungan di masa depan yang diperlukan untuk membangun sektor pertanian baru yang andal dan produktif bagi Indonesia dapat terus dilakukan.

"Langkah ini demi mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif," tuturnya.

Petani Harus Dilibatkan

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan rendahnya produktivitas karena kecilnya skala petani dan support produksi.

"Dukungan untuk menggenjot produksi petani itu kecil, khususnya dalam bentuk sarana produksi (saprodi) pertanian. Selama ini masih minim," tegas Qomar kepada Koran Jakarta, Kamis (16/3).

Menurut dia, untuk meningkatkan produktivitas petani ekosistemnya harus mendukung termasuk kapasitas finansial petani, selain alat-alat pertanian yang moderen tadi.

Petani harus dilibatkan dalam pengembangan sistem distribusi produk pertanian. Produsen pangan juga harus dilibatkan dalam jaringan distribusi agar kapasitas ekonominya terbantu. Begitu juga peningkatan kapasitas petani dalam hal kelembagaan, keterampilan teknis, jaringan dan material.

Tak hanya itu, Qomar juga berharap agar reformasi agraria, terutama redistribusi lahan segera dijalankan. Begitu pula penguatan kelembagaan ekonomi petani dalam bentuk koperasi-koperasi produksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Ekonomi
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan F...
Nasional
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Megapolitan
Lapak Baca Gratis Hadir unt...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.