Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNI Utamakan Keselamatan Pilot Susi Air

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 01:28 WIB | Oleh:
TNI Utamakan Keselamatan Pilot Susi Air Doc: Dispenad
Ket. MEDIA GATHERING -- Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Laksamana Muda TNI Krisdiyanto usai acara Media Gathering, di Kabupaten Bogor, Rabu (15/3).

KABUPATEN BOGOR - Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Laksamana Muda TNI Krisdiyanto menegaskan, pihaknya beserta kepolisian sebenarnya mampu mengeksekusi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) penyandera pilot Susi Air, Philips Mark Martens di Papua. Namun, hal tersebut berisiko pada keselamatan sandera.

"Panglima sampaikan kalau kita mau, satuan khusus TNI mampu untuk segera mengeksekusi para separatis," ujar Krisdiyanto kepada para awak media, di Kabupaten Bogor, Rabu (15/3).

Krisdiyanto mengatakan, operasi tersebut meruapakan proses penegakan hukum. Keselamatan sandera menjadi hal yang dikedepankan dalam operasi tersebut.

Dia menambahkan, pihaknya sudah mengantongi beberapa potensi titik lokasi dari KKB tersebut. Pihaknya belum bisa bergerak sebab masih mengedepankan negosiasi. "Namun karena mengikuti kebijakan pemerintah bahwa kita bernegosiasi dulu agar sandera dapat selamat tanpa ada cedera apa pun," jelasnya.

Krisdiyanto mengatakan, saat ini belum ada tambahan personil untuk operasi tersebut. Terkait adanya permintaan pertolongan dari pihak Selandia Baru, dia menegaskan pihak Indonesia masih mampu. "Negoisasi permintaan dari Indonesia bukan dari Selandia Baru, kemarin terakhir pemerintah Selandia Baru menawarkan untuk membantu, namun panglima menyatakan satuan TNI masih cukup," katanya.

Dia memperkirakan, upaya negosiasi untuk membebaskan pilot Susi Air Philips Mark Merthens memerlukan waktu yang panjang. Dia meminta masyarakat untuk bersabar."Memang kalau negoisasi tidak sebentar. Pasti membutuhkan waktu yang panjang dan kita semua harus sabar karena menyangkut nyawa manusia," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan pembebasan sandera berkebangsaan Selandia Baru dari tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) membutuhkan proses. "Tidak mudah membebaskan sandera yang berada di tangan KKB karena bila tidak diperhitungkan benar-benar dapat menimbulkan korban jiwa," kata Irjen Pol Fakhiri di Jayapura, Papua, Selasa.

Saat ini, katanya pencarian terus dilakukan di beberapa kabupaten yang saling berbatasan mengingat luas wilayah serta kondisi geografis sehingga sangat dibutuhkan ketelitian. Pencarian dilakukan di sekitar Kabupaten Nduga, Lanny Jaya, Jayawijaya, dan Yahukimo karena memang wilayahnya saling terhubung.

Pilot Philip Mark Mahrtens disandera sejak tanggal 7 Februari lalu sesaat setelah mendaratkan pesawatnya di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga,

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.