Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Stabilitas Kawasan Terjaga, PM Inggris: Pakta Nuklir AUKUS Berita Bagus Untuk Keamanan Global

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Stabilitas Kawasan Terjaga, PM Inggris: Pakta Nuklir AUKUS Berita Bagus Untuk Keamanan Global Doc: ANTARA/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gu
Ket. Arsip - Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak tiba di lokasi KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022).

LONDON - Semoga stabilitas kawasan terjaga. Perdana Menteri Inggris Rishi Sunakpada Senin (13/3) mengatakan bahwa pakta nuklir AUKUSmerupakan "berita bagus" untuk keamanan global dan lapangan pekerjaan Inggris.

AUKUS adalah aliansi pertahanan strategis tiga arah antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) yang awalnya bertujuan membangun kelas kapal selam bertenaga nuklir.

Namun, tujuan utama AUKUS adalah "menegakkan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik dan untuk mencegah dan bertahan dari ancaman yang berkembang pesat terhadap tatanan dan sistem internasional di sana," menurut Gedung Putih AS.

AUKUS juga dirancang untuk meningkatkan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik, di mana kebangkitan China dianggap sebagai ancaman yang semakin besar, serta untuk mengembangkan teknologi yang lebih luas.

"Kemitraan AUKUS, dan kapal selam yang kami bangun di galangan kapal Inggris, adalah tindakan nyata dari komitmen kami terhadap keamanan global. Kemitraan ini didirikan di atas landasan nilai-nilai bersama dan fokus tegas kami untuk menegakkan stabilitas di Indo-Pasifik dan sekitarnya," kata Sunak dalam sebuah pernyataan.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa pakta ini akan mendukung ribuan pekerjaan di seluruh Inggris, terutama di Inggris barat laut, serta menambahkan, "upaya ini akan meningkatkan kemakmuran di seluruh negara kami dan menunjukkan kehebatan industri Inggris kepada sekutu dan mitra kami".

Armada kapal selam baru akan dibangun Inggris dan Australia berdasarkan desain kapal selam bertenaga nuklir Inggris.

Kapal selam Inggris pertama akan dikirimkan akhir 2030-an untuk menggantikan kapal Kelas Astute, serta kapal selam Australia pertama akan menyusul pada awal 2040-an.

Perjanjian tersebut dipandang oleh banyak orang sebagai hal yang signifikan karena menandai pertama kalinya AS berbagi teknologi pendorong nuklir dengan sekutu selain Inggris.

Pada 2021, sebagai dampak dari aliansi ini, Australia memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan Prancis yang diberikan pada 2016 untuk membangun 12 kapal selam bertenaga diesel listrik guna menggantikan armada kapal selam Kelas Collins yang ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.