Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Stabilitas Kawasan, Ukraina Masuk Uni Eropa dan NATO Demi Kepentingan Eropa

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Stabilitas Kawasan, Ukraina Masuk Uni Eropa dan NATO Demi Kepentingan Eropa Doc: Antara/HO-AKP
Ket. Foto arsip - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba (kiri) menandatangani instrumen aksesi Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC) di sela-sela KTT ke-40 dan ke-41 ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Kamis. (10/11/2022).

Istanbul - Perkuat stabilitas kawasan. Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan langkah negaranya masuk Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak boleh dilihat sebagai amal atau imbalan, sebaliknya sebagai bentuk kepentingan pragmatis terbaik untuk masyarakat Eropa.

"Keanggotaan Ukraina dalam Uni Eropadan NATO akan menjamin perdamaian dan stabilitas jangka panjang," kata Kuleba ketika berpidato dalam KTT Oxford-Ukraina di Inggris pada Senin waktu setempat.

Dia mengatakan sikap yang semakin ambigu dan setengah-setengah yang membuat Ukraina seperti berada "di ruang tunggu" akan memicu agresi baru dari Rusia yang jelas tak diinginkan Eropa.

Dalam pernyataannya, Kuleba mengatakan tidak perlu mempedulikan Rusia karena Presiden Vladimir Putin telah sangat terbuka mengungkapkan posisinya.

Menurut dia, Ukraina harus menang untuk memastikan Rusia tidak mendapatkan keinginan untuk "apa yang telah dilakukannya" terhadap Ukraina.

Kulebamenegaskan bahwa keamanan Ukraina dan Eropa adalah tak terpisahkan dan untuk itu reputasi, kredibilitas, dan pengaruh NATO serta Uni Eropa akan mencapai titik terendah jika pada awal perang Rusia-Ukraina itu Kievkalah dari Rusia.

"Jangan salah Moskow yang semakin berani akan mencari sasaran-sasaran baru. Moldova, Balkan, Eropa Tengah, dan negara-negara Baltik. Putin tidak akan berhenti di Ukraina. Oleh karena itu, jelas betapa fundamentalnya hubungan keamanan Ukraina dengan Eropa," kata Kuleba.

Dia juga menandaskan bahwa mitra-mitra Ukraina menjadi semakin sadar akan hal ini, yang tercermin dari dukungan militer mereka, yang "lebih dari setahun lalu tak terpikirkan."

"Banyak yang telah dijanjikan, tetapi harus diwujudkan sesegera mungkin agar Ukraina mendapatkan keuntungan yang menentukan. Seharusnya tidak ada tabu dalammemberi senjata apa pun kepada Ukraina. Semuanya, termasuk pesawat tempur, harus diberikan ke Ukraina," kata Kuleba.

Sehari sebelumnya, Kuleba mengaku tak berharap Ukraina bisa mendapatkan jet tempur dalam waktu dekat akibat kesulitan logistik dan teknis.

Setelah mengamankan pengiriman tank tempur pada Januari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyymeminta jet tempur Barat untuk mempertahankan wilayah udaranya dari serangan Rusia.

Permintaan tersebut untuk saat ini dikesampingkan oleh negara-negara seperti AS dan Jerman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Marquez Rebut Sprint MotoGP...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.