Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bunga Kredit Bank Bahayakan Fondasi Ekonomi Indonesia

📅 Selasa, 14 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bunga Kredit Bank Bahayakan Fondasi Ekonomi Indonesia Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ket. GEDUNG BANK INDONESIA I Gedung BI di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. BI harus turun tangan mengatasi marjin bunga bank di Indonesia yang sangat tinggi.

» Saat pemerintah berupaya memulihkan perekonomian nasional, bank-bank malah mengejar laba dengan mengenakan bunga kredit tinggi pada dunia usaha.

» Bunga deposito jauh di bawah inflasi sehingga nilai simpanan deposan menyusut.

JAKARTA - Praktik bisnis perbankan di Indonesia dinilai sudah tidak sehat. Perbankan yang seharusnya menjadi jantung perekonomian karena berfungsi memompa likuiditas ke sektor riil, justru mengenakan suku bunga kredit yang sangat tinggi, double digit atau rata-rata 12 persen. Di sisi lain, dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK), bank hanya memberi suku bunga dana kepada deposan sekitar 6 persen.

Dengan demikian, rata-rata margin bunga yang dikeruk bank sekitar 6 persen atau 100 persen dari bunga deposito. Setelah dikurangi dengan berbagai biaya maka margin bunga bersih atau Net Interest Margin/NIM perbankan di Indonesia per Desember 2022 mencapai 4,71 persen.

Maka tidak heran, kalau bank-bank papan atas seperti Bank Mandiri, BRI, BCA, dan BNI pada 2022 membukukan laba yang fantastis mencapai puluhan triliun rupiah. BRI meraup laba 51,5 triliun rupiah atau tumbuh 67,15 persen, kemudian Bank Mandiri 41,7 triliun rupiah juga tumbuh 46,9 persen. Begitu pula BCA dengan laba 40,7 triliun rupiah atau tumbuh 29,6 persen dan laba BNI 18,3 triliun rupiah atau naik 68 persen.

Tebalnya margin bank-bank tersebut mendapat sorotan dari berbagai kalangan, karena bank dinilai tidak punya "sense of crisis". Saat pemerintah berupaya memulihkan perekonomian nasional dengan merangsang sektor riil, baik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun korporasi agar kembali berinvestasi, bank-bank malah membebani mereka dengan bunga kredit yang mencekik.

Padahal bank-bank papan atas tersebut, rata-rata masih memegang obligasi rekapitalisasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Artinya, mereka masih menerima bunga obligasi rekap yang dibayarkan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sempat menyatakan jangan-jangan bunga kredit perbankan nasional adalah yang tertinggi di dunia.

Pakar Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Achmad Maruf, mengatakan perilaku bankir di Indonesia sangat tidak terpuji, dalam kondisi ekonomi susah mereka bagi-bagi dividen.

Kegilaan perbankan dengan marjin yang tidak masuk akal menurut Maruf tidak lepas dari kebijakan moneter yang dibuat Bank Indonesia (BI) melalui tingkat suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate.

"Bunga deposito jauh di bawah inflasi sehingga nilai simpanan deposan menyusut. Di situ ada juga anggaran pemerintah yang ditaruh di bank yang dikasih bunga sangat rendah. Ini sangat tidak adil," katanya.

Sementara itu, bank-bank membagi dividennya secara jor-joran. BRI misalnya membagi dividen 43,5 triliun rupiah atau 85 persen dari total laba 51,5 triliun rupiah. Belum tantiem yang diterima direksi dan komisaris nilainya puluhan miliar rupiah.

"Kalau dividennya habis dibagi-bagi dan banknya kena masalah, dananya tidak mungkin ditarik lagi. Ini sistem yang buruk, rakyat menabung tapi dirugikan. Ini membahayakan negara, sehingga harus dibenahi dan pemerintah harus membenahi direksi-direksi bank BUMN yang kapitalis, cari untung sendiri dari tantiem besar tanpa memperhitungkan kepentingan bangsa," kecam Maruf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.