Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sering Terlupakan, Hewan Juga Harus Diselamatkan Saat Terjadi Bencana, Ini Langkahnya

📅 Senin, 13 Mar 2023, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kandang penampungan ini adalah tempat bagi ternak untuk meminimalkan stres setelah evakuasi. Untuk menjamin keselamatan manusia dan ternak, lokasi tenda evakuasi manusia harus jauh dari kandang penampungan ternak untuk mencegah penularan penyakit dari ternak ke manusia.

Petugas kesehatan hewan dapat memainkan perannya di kandang penampungan. Kondisi setiap ternak harus diperhatikan. Beberapa ternak kemungkinan besar terluka dan cedera saat terjadi bencana, sehingga ternak tersebut membutuhkan perawatan medis segera. Sementara, untuk hewan peliharaan, relawan selama ini menjadi ujung tombak dalam penyelamatan.

Kebutuhan dasar dan kesejahteraan ternak harus dipenuhi di kandang penampungan. Ruminansia (sapi, kerbau, domba dan kambing) membutuhkan pakan untuk menjaga kondisi fisiknya. Mereka membutuhkan hijauan sebanyak sepuluh persen dari berat badannya setiap hari. Sedangkan unggas (ayam dan bebek) membutuhkan biji-bijian sebagai pakan utama mereka.

3) Akses pakan

Ketika evakuasi ternak tidak memungkinkan, ternak hidup yang tertinggal di pusat bencana harus dipastikan memiliki akses pada pakan sebagai kebutuhan pokoknya. Jika memungkinkan, pakan dan air bersih dapat dibawa dari area aman ke posisi ternak yang tertinggal di pusat bencana.

Keputusan untuk meninggalkan ternak hidup di pusat bencana harus didasarkan pada beberapa faktor, seperti kestabilan kandang, ketersediaan pakan, resiko gempa susulan dan kemungkinan puing bangunan yang membahayakan ternak. Sementara, ternak yang mati karena tidak terselamatkan pada evakuasi harus dikubur dan dibakar.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah bagaimana peternak bisa kembali memelihara ternaknya setelah tanggap darurat berlalu. Oleh karena itu, bantuan juga perlu diberikan kepada peternak untuk membangun kembali kandang, menambah pasokan kebutuhan pakan, dan bantuan finansial untuk memulai kembali usaha ternak.The Conversation

Mohammad Ikhsan Shiddieqy, Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.