Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sering Terlupakan, Hewan Juga Harus Diselamatkan Saat Terjadi Bencana, Ini Langkahnya

📅 Senin, 13 Mar 2023, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sering Terlupakan, Hewan Juga Harus Diselamatkan Saat Terjadi Bencana, Ini Langkahnya Doc: antara
Ket. Warga menyelamatkan ternak mereka dari banjir di Desa Kraton, Kencong, Jember, Jawa Timur, Sabtu (21/12/2013).

Mohammad Ikhsan Shiddieqy, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Manusia memiliki insting untuk menjauh dari bahaya. Kita biasanya langsung keluar dari rumah ketika terjadi gempa atau mencari tempat tinggi saat muncul peringatan tsunami. Kepanikan merupakan hal yang umum pada saat terjadi bencana.

Kepanikan ini juga terjadi pada hewan. Banyak hewan - terutama hewan ternak - tidak bisa mengikuti insting mereka untuk menyelamatkan diri karena kerap terkunci di kandang.

Sayangnya, nasib hewan tak terlalu diperhatikan dalam sistem penanggulangan bencana nasional yang diatur dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2007. Sistem ini dibuat untuk melindungi kepentingan manusia sebagai korban bencana. Pada Pasal 48 disebutkan, salah satu penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat adalah penyelamatan dan evakuasi masyarakat.

Akibatnya, pada saat gempa di Cianjur, Jawa Barat, akhir November 2022, ribuan sapi potong terkena dampak. Banjir di Pati, Jawa Tengah, awal Desember 2022 juga menyebabkan banyak ternak mati. Hal serupa juga terjadi di Banggai, Sulawesi Tengah, awal Maret 2022, yang membuat 178 ternak mati diterjang banjir.

Banjir bandang juga menewaskan banyak ternak di Jembrana, Bali dan Batu, Jawa Timur. Beberapa lokasi sentra ternak di Indonesia memiliki risiko terkena dampak letusan gunung, seperti sentra ternak di kawasan DI Yogyakarta berisiko mendapat dampak dari erupsi Gunung Merapi.

Perhatian yang tak memadai pada keselamatan hewan saat bencana akan merugikan masyarakat, terutama peternak kecil yang tergolong kelompok rentan. Misalnya, kematian atau kekurangan pakan yang dialami ternak akan mengganggu pasokan dan menaikkan harga bahan pangan asal ternak.

Penyelamatan dan evakuasi ternak tidak hanya menyelamatkan nyawa hewan, tetapi juga menyelamatkan ekonomi peternak. Karena itu, pemerintah dan masyarakat harus mengetahui langkah penyelamatan hewan yang tepat kala bencana melanda.

1) Evakuasi

Langkah pertama adalah evakuasi ternak dengan risiko kematian tertinggi, khususnya ternak besar seperti sapi dan kerbau yang paling dekat dengan pusat bencana. Peran manusia sangat penting dalam proses evakuasi ini karena sebagian besar peternak memelihara ternaknya di kandang. Akibatnya, ternak tidak bisa menyelamatkan diri dan tidak mengetahui rute menuju lokasi aman.

Peraturan Pemerintah No. 95 Tahun 2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan menyebutkan, evakuasi dilakukan pada hewan sehat ataupun hewan sakit yang masih berpeluang sembuh.

Pertimbangan penting lainnya adalah alat transportasi dan rute evakuasi. Ternak besar membutuhkan kendaraan khusus untuk menjauhkan mereka dari bencana. Perencanaan rute evakuasi ternak juga penting karena jaringan jalan sebagian besar terganggu ketika dan setelah bencana. Rute perjalanan harus aman dan tidak mengganggu evakuasi manusia.

2) Penampungan

Setelah proses evakuasi selesai, tempatkan ternak di tempat penampungan atau tempat evakuasi yang aman. Tempat penampungan harus jauh dari pusat bencana dan bebas dari potensi gempa susulan, abu panas, banjir atau bencana alam lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.