Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2023 Bisa Jadi ‘Tahun Emas’ Transisi Energi Bersih Indonesia

📅 Minggu, 12 Mar 2023, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, regulasi dan insentif untuk instalasi panel surya atap di daerah pemukiman dan perkantoran harus diperbaiki untuk merangsang minat masyarakat menggunakan energi bersih.

Pengembangan Industri Hidrogen Hijau

Hidrogen hijau merupakan bahan bakar yang diproduksi dari energi terbarukan. Energi ini berperan penting untuk memangkas emisi sektor industri yang sulit melakukan elektrifikasi mesinnya. Misalnya industri baja, semen, pupuk, serta alat berat.

Di Indonesia, pengembangan industri hidrogen hijau masih berada di tahap sangat awal.

Dalam dokumen peta jalan menuju emisi nol bersih yang belum dilegalisasi, pemerintah memasang target kapasitas produksi hidrogen hijau sebesar 328 MW pada 2030 kemudian melonjak hingga 52 GW pada 2060.

Namun, implementasi rencana pengembangan hidrogen hijau ini masih terkendala tingginya biaya produksi dan keterbatasan infrastruktur pendukung.

Kendala pengembangan hidrogen hijau di Indonesia harus segera diatasi pada 2023 dengan mengambil beberapa langkah awal.

Pertama, pemerintah perlu menyusun peta jalan terperinci pengembangan industri hidrogen hijau nasional serta kebijakan pendukung. Langkah ini penting untuk membantu tercapainya biaya produksi yang kompetitif serta menarik investasi dari dalam dan luar negeri.

Kedua, proyek percontohan harus segera direalisasikan untuk menunjukkan bahwa industri hidrogen layak secara ekonomi. Tahun ini menjadi titik tolaknya dengan rencana Pertamina memproduksi hidrogen hijau skala percobaan dengan kapasitas 100 kg per hari di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulubelu, Lampung.

Hilirisasi Industri Nikel Menjadi Baterai Mobil Listrik

Dalam era transisi energi, nikel merupakan komoditas vital karena menjadi salah satu bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia (21 juta ton). Sayangnya, sebagian besar nikel masih diekspor dalam bentuk bahan mentah atau ore.

Guna meningkatkan nilai komoditas nikel, Indonesia mulai membatasi ekspor bijih nikel demi memenuhi ambisi menjadi "raja" produsen baterai kendaraan listrik dunia. Namun, kebijakan ini tersandung sengketa dengan Uni Eropa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Mesir Coba Redam Titik Didih Konflik di Afrika

48 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Mesir Coba Redam Titik Didi...

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.