Bank Terbesar ke-16 di Amerika Serikat Bangkrut
📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 13:12 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SIkatan Silicon Valley Bank dengan sektor teknologi juga menambah masalah. Saham teknologi telah terpukul keras dalam 18 bulan terakhir setelah lonjakan pertumbuhan selama pandemi, dan PHK telah menyebar ke seluruh industri. Pendanaan modal ventura juga menurun.
Pada saat yang sama, bank terpukul keras oleh perjuangan Federal Reserve melawan inflasi dan serangkaian kenaikan suku bunga yang agresif untuk mendinginkan perekonomian.
Saat The Fed menaikkan suku bunga acuannya, nilai obligasi yang umumnya stabil mulai turun. Itu biasanya bukan masalah, tetapi ketika deposan menjadi cemas dan mulai menarik uang mereka, bank terkadang harus menjual obligasi tersebut sebelum jatuh tempo untuk menutupi eksodus.
Itulah yang terjadi pada Silicon Valley Bank, yang harus menjual 21 miliar dolar AS aset yang sangat cair untuk menutup penarikan mendadak. Butuh kerugian $1,8 miliar dolar AS untuk penjualan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
CEO FarmboxRx, Ashley Tyrner, mengatakan, dia telah berbicara dengan beberapa teman yang bisnisnya didukung oleh modal ventura. Dia menggambarkan mereka sebagai "disamping" atas kegagalan bank. Tyrner mencoba menarik dana perusahaannya pada Kamis tetapi gagal melakukannya tepat waktu.
"Seorang teman mengatakan mereka tidak dapat melakukan penggajian hari ini dan menangis ketika harus memberi tahu 200 karyawan karena masalah ini," kata Tyrner.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!