Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Lautan Dunia Mengandung 170 Triliun Partikel Plastik

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 00:08 WIB | Oleh:
Studi: Lautan Dunia Mengandung 170 Triliun Partikel Plastik Doc: Istimewa
Ket. Segenggam mikroplastik terdampar di Pantai Kamilo, Hawaii, baru-baru ini.

JAKARTA - Sebuah studi yang dirilis pada Rabu (8/3) menyebutkan, triliunan serpihan kecil plastik bertebaran di lautan dalam peningkatan yang cepat dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam dua dekade terakhir.

Dikutip dari BenarNews, para peneliti menyebutnya sebagai "kabut plastik yang tumbuh" dengan tingkat plastik yang memasuki lautan dapat meningkat 2,6 kali lipat pada tahun 2040 jika dibiarkan tanpa perubahan kebijakan yang serempak.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plos One itu memperkirakan antara 82 triliun hingga 358 triliun partikel plastik, terutama mikroplastik, mengambang di permukaan laut pada tahun 2019.

Menurut analisis dari kumpulan data global polusi plastik laut antara 1979 dan 2019, jumlah total polusi plastik ini akan memiliki bobot antara 1,1 juta ton dan 4,9 juta ton.

"Kami mengamati tidak ada tren yang jelas sampai tahun 1990, diikuti oleh tren yang berfluktuasi namun stagnan sampai tahun 2005 dan peningkatan pesat sesudahnya," kata studi tersebut.

"Percepatan kepadatan plastik di lautan dunia ini, juga diamati di pantai-pantai di seluruh dunia, memerlukan intervensi kebijakan internasional segera," ujarnya.

Rekan penulis studi tersebut, Marcus Eriksen, mengatakan dalam sebuah pernyataan dia khawatir dengan "tren pertumbuhan mikroplastik secara eksponensial di lautan global".

"Ini adalah peringatan keras kita harus bertindak sekarang dalam skala global. Kita membutuhkan Perjanjian Global PBB yang kuat dan mengikat secara hukum tentang polusi plastik yang menghentikan masalah di sumbernya," katanya.

Studi tersebut menganalisis data polusi plastik di permukaan laut dari 11.777 stasiun di enam wilayah laut (Atlantik Utara, Atlantik Selatan, Pasifik Utara, Pasifik Selatan, India, dan Mediterania).

Peningkatan yang signifikan dan cepat dalam kelimpahan laut global dan distribusi plastik di lapisan permukaan laut sejak 2005 mencerminkan pertumbuhan produksi plastik dan limbah di seluruh dunia.

Laporan tersebut juga mengutip kurangnya daur ulang plastik yang memadai di seluruh dunia, yang "telah mengakibatkan membanjirnya produk dan kemasan plastik" yang tetap menjadi limbah yang salah kelola di negara penerima. Faktor lainnya adalah meningkatnya jumlah sampah plastik dari "armada penangkap ikan besar dan perikanan artisanal".

"Beberapa dari polusi ini disebabkan oleh pilihan konsumen kita. Setiap potongan plastik yang kita buang memiliki potensi untuk lepas dari aliran limbah dan masuk ke lautan kita, di mana plastik tersebut terpecah menjadi mikroplastik yang tak terhitung jumlahnya yang membahayakan kehidupan laut," kata ahli ekotoksikologi dari Australia yang tidak terlibat dalam penelitian ini, Charlene Trestrail.

Studi tersebut tidak menyebut perincian regional. Namun, menurut sebuah studi tahun 2021, enam negara Asia Tenggara termasuk di antara 10 negara teratas penghasil sampah plastik laut dalam jumlah tertinggi setiap tahunnya.

Para peneliti studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances memperkirakan sekitar 1.000 sungai menyumbang 80 persen dari emisi tahunan global, dengan sungai perkotaan kecil di antara yang paling berpolusi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.