Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alissa Wahid: Perempuan Berperan Penting Cegah Kekerasan dan Intoleransi

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alissa Wahid: Perempuan Berperan Penting Cegah Kekerasan dan Intoleransi Doc: Antara/Tim Media Rilis PMD BNPT
Ket. Alissa Wahid, putri almarhum Gus Dur yang merupakan pemerhati isu perempuan dan anak.

JAKARTA - Direktur Nasional GusDurian Network Indonesia (GNI) yang juga aktivis pemerhati isu perempuan dan anak Alissa Wahid berharap kaum perempuan dapat menjadi benteng kokoh guna menghalau kekerasan dan intoleransi sedari dini dari rumah tangganya masing-masing.

"Pada tingkatan sosial terkecil, yaitu rumah tangga, perempuan memiliki peranan penting dalam menentukan model pengasuhan yang dijalankan bagi anak-anaknya," ucap Alissa dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/3).

Ia mengatakan tingkat pendidikan seorang perempuan sangat berpengaruh terhadap pola asuh yang diberikan kepada anak-anaknya.

Praktik kekerasan dalam keluarga yang berulang dan turun temurun, banyak disebabkan oleh kurangnya pendidikan yang didapatkan perempuan. Padahal, menggunakan kekerasan dalam mendidik anak adalah cara yang tidak efektif dan hanya menimbulkan trauma berkepanjangan.

"Sudah semestinya kita mendorong perempuan supaya berpendidikan lebih tinggi, walaupun nantinya perempuan tersebut memilih untuk jadi ibu rumah tangga. Harus dipahami bahwa pendidikan yang lebih tinggi itu tidak akan terbuang begitu saja," ujar Alissa.

Alissa juga menekankan pentingnya kerja sama antara ayah dan ibu dalam keluarga. Putri pertama dari Presiden Ke-4 Republik Indonesia Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini mencontohkan kerja sama yang baik antara kedua orang tua dengan mencapai kesepakatan dalam pembagian peran.

Alissa juga mengemukakan bahwa pembentukan karakter anak akan sangat dipengaruhi oleh keluarganya di rumah.

Ia memberikan gambaran seperti pada kasus pemukulan yang dilakukan oleh anak dari seorang PNS Ditjen Pajak.

"Akar kehidupan seorang manusia terdapat di keluarganya. Pada kasus Mario Dandy, kita melihat cara mengelola keluarga yang diterapkan orang tuanya Mario itu bermasalah," kata wanita yang menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU periode 2022-2027 ini.

Menurutnya, kasus kekerasan yang dilakukan oleh Mario Dandy merupakan salah satu contoh dari relasi kuasa.

Ia berharappraktik relasi kuasa ini tidak dilakukan bahkan pada lingkup keluarga karena akan menimbulkan ketidakharmonisan.

"Ketika dia melakukan penyiksaan, dia pakai relasi kuasa karena dia merasa sebagai anak orang yang lebih berkuasa, kemudian menghajar orang yang dipandang sebagai rakyat jelata," ujar Alissa.

Ia berharap perempuan Indonesia memiliki kemauan untuk terus mengembangkan diri.

Dengan semakin berkembang dan bertambahnya pendidikan serta wawasan yang didapat, Alissa berharap kaum perempuan dapat memiliki kontribusi yang lebih baik di lingkup keluarga dan masyarakat.

"Dari sikap tumbuh dan mau belajar terus menerus itu, kita bisa berproses menjadi perempuan yang baik untuk dirinya sendiri," ujarnya.

Selain itu, perempuan yang berpendidikan dan berwawasan luas bisa menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya.

"Lalu yang ketiga, dia baik dalam kehidupan bermasyarakat," ucap Alissa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.