USS Langley, Kapal Induk Pertama AS
📅 Selasa, 07 Mar 2023, 06:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Mengikuti jejak Jepang, AS meluncurkan kapal induk pertama dengan nama USS Langley. Kapal hasil konversi dari kapal Angkatan Laut Collier Jupiter ini, mampu menampung puluhan pesawat pembom dan meluncurkannya dengan cepat.
P
ada 20 Maret 1922, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memulai perjalanan revolusioner dan inovatif dengan menugaskan kapal induk (aircraft carrier) pertamanya, USS Langley, dengan nama singkatan CV 1, pada 20 Maret 1922. Kapal ini merupakan hasil konversi kapal Angkatan Laut Collier Jupiter.
Nama baru ini disematkan untuk menghormati astronom dan fisikawan Samuel Pierpoint Langley, yang berjasa dalam eksperimen dengan mesin terbang sejak 1898.
Saat perubahan kapal ini di Norfolk Navy Yard, Letnan Komandan Godfrey de Courcelles Chevalier memimpin tim pilot Angkatan Laut dalam pelatihan penerbangan untuk beroperasi dari atas dek Langley.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim mempraktikkan pendaratan di atas dek platform kayu setinggi 100 kaki yang dibangun di atas tongkang batu bara. Pada saat yang sama, di Pantai Barat, pilot Angkatan Laut mulai berlatih di dek penerbangan berbahan kayu setinggi 836 kaki dengan ukuran lebih panjang dari dek Langley di North Island, San Diego.
Setelah melalui beberapa tahap, konversi Langley selesai pada 22 September 1922. Pada 17 Oktober, saat dia berlabuh di Sungai York, Letnan Komandan Virgil C Griffin melakukan lepas landas pertama dari dek menerbangkan pesawat sayap ganda (biplane) Vought VE-7SF.
Penerbang Langley, Jackson Tate mengenang penerbangan itu tidak sesederhana yang dibayangkan. "Ini tidak sesederhana kedengarannya seperti pada hari ini. Pesawat pada masa itu tidak memiliki rem. Untuk memungkinkan sebuah pesawat berputar dengan kekuatan penuh dan mulai menjalankan geladaknya, perlu dikembangkan perangkat yang terdiri dari pelontar bom yang dipasang pada kabel sepanjang sekitar 5 kaki," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pelontar bom dihubungkan ke cincin di roda pendaratan dan ujung kabel ke dudukan penahan di geladak. Kabel yang disambungkan dari pemicu pelontar bom ke operator di geladak, yang dapat melepaskan pesawat dengan sinyal," imbuh dia dalam buku berjudul We Rode the Covered Wagon terbitan US Naval Institute (USNI) karangan RADM Jackson Tate.
Sembilan hari kemudian, pada tanggal 26 Oktober 1922, saat Langley melaju dengan kecepatan 12,5 knot, Letnan Komandan Chevalier melakukan pendaratan pertama di geladaknya dengan pesawat biplane Aeromarine 39-B. Saat pesawat mendarat di geladak, baling-baling kayunya patah, tetapi beruntung tidak terjadi tabrakan.
Pada saat itu, perlengkapan penangkap Langley terdiri dari kabel yang dipasang di depan dan belakang, digantung sekitar sepuluh inci di atas geladak dan menutupi bagian belakang 200 kaki dari geladak penerbangan. Perangkat mirip sisir pada roda pendaratan pesawat dipasang untuk memperlambat saat meluncur di sepanjang kabel, yang menyatu saat berlari ke depan.
Meskipun tidak sepenuhnya berhasil, sistem kabel depan dan belakang ini digunakan di kapal induk AS hingga tahun 1929. Langley juga dilengkapi dengan ketapel dek rata ke depan, untuk meluncurkan pesawat berat atau saat tidak ada angin di atas deknya.
Peran Eksperimental
Langley beroperasi selama dua tahun dalam peran eksperimental, menguji peralatan pesawat dan kapal induk, melatih pilot, dan mengembangkan teknik pengoperasian. Terjadi kecelakaan dengan berbagai tingkat keparahan selama periode ini, tetapi tidak ada korban jiwa di atas kapal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!