Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah Asbjorn Halvorsen dan Otto Fritz Harder, Dua Rekan Tim Sepak Bola yang Menjadi Musuh Akibat Perang Dunia II

📅 Minggu, 05 Mar 2023, 21:03 WIB | Oleh:

Selama bermain di tingkat amatir itu, dia bekerja juga sebagai makelar kapal. Kesempatan datang untuk pindah ke pantai utara Jerman.

Dia bergabung dengan klub Hamburg dan langsung sukses - Halvorsen memimpin klub tersebut meraih dua kejuaraan Jerman dan delapan kejuaraan regional Jerman utara.

Dalam buku A-lagettentang tokoh sepak bola Norwegia terbesar, penulis mengklaim bahkan ada tawaran untuk Halvorsen bergabung dengan tim nasional Jerman sebagai kapten jika dia mau mengubah kewarganegaraannya. Halvorsen dikabarkan menolak tawaran itu.

Namun untuk waktu yang lama, dia lebih dikenal di Jerman daripada di negara kelahirannya.

Mengapa dia memilih naik kereta itu, mengucapkan selamat tinggal pada Harder, dan meninggalkan Jerman pada September 1933, masih belum jelas.

"Saya ragu dia meninggalkan Jerman karena situasi politik," kata Kowalewski, guru sejarah. "Kami tidak memiliki bukti dia menentang pihak berkuasa sampai tahun 1940, ketika dia kembali ke Norwegia."

Menurut sebuah laporan di majalah sepak bola Norwegia, Josimar, Halvorsen adalah satu-satunya pemain yang tidak mengangkat tangan ketika rekan satu timnya melakukan penghormatan ala Nazi dalam pertandingan perpisahan untuk mengapresiasinya sebelum pergi.

Tapi Halvorsen kembali ke Jerman tiga tahun kemudian, memimpin timnas Norwegia di Olimpiade Berlin tahun 1936. Di perempat final, Norwegia diremehkan saat melawan negara tuan rumah yang bermain dengan latar belakang propaganda superioritas ras.

Setelah Jerman mengalahkan Luksemburg 9-0 di babak sebelumnya, Hitler, yang bersikap ambivalen terhadap sepak bola, dibujuk untuk menghadiri pertandingan tersebut. Kemenangan Jerman yang diharapkan tidak pernah datang. Norwegia menang 2-0 dan Hitler disebut telah meninggalkan kursinya dengan marah sebelum peluit akhir.

Norwegia kemudian kalah dari Italia 2-1 (yang menjadi juara di Olimpiade Berlin) setelah perpanjangan waktu di semifinal, tetapi Halvorsen dipuji karena analisis pertandingan dan pendekatannya terhadap nutrisi pemain, yang terbilang progresif pada masa itu.

Sebagai seorang pelatih, Halvorsen sangat karismatik dan inovatif. Pada jamuan makan di Piala Dunia 1938 di Prancis, dia menampilkan tarian dari musikal Me And My Girl yang populer saat itu di depan para pemain dan staf.

Pada bulan April 1940, Nazi menginvasi Norwegia dan penjajah itu juga ingin menempatkan Asosiasi Sepak Bola di bawah kendali mereka. Halvorsen, yang tidak hanya menjadi manajer tim nasional tetapi juga ketua asosiasi sepak bola (FA), dikabarkan telah menulis surat protes.

Sebelum final Piala Norwegia tahun itu, dia juga berusaha mencegah komandan Nazi mengibarkan bendera swastika di antara kursi VIP. Area itu biasanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan Norwegia, tapi mereka mengungsi ke pengasingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.