Pembangkit Tenaga Surya dengan Pelacak Pintar Hasilkan Energi Lebih Tinggi
📅 Rabu, 01 Mar 2023, 20:22 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah menetapkan target energi terbarukan sebesar 23 persen dari bauran energi pada tahun 2025 dan 31 persen pada tahun 2050. Namun menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga Oktober 2022 energi terbarukan saat ini baru menyumbang 11-14 persen.
Laporan yang dikeluarkan oleh International Renewable Energy Agency (IRENA) dan ESDM, memperkirakan bahwa populasi Indonesia akan mencapai 335 juta orang selama tiga dekade mendatang. Dan diperkirakan permintaan listrik akan tumbuh setidaknya lima kali lipat menjadi lebih dari 1.700 terawatt hour (TWh) pada tahun 2050.
Laporan tersebut merekomendasikan untuk meningkatkan sumber daya utama yang dapat diperbarui seperti matahari. Sebabnya, batubara masih menyumbang lebih dari 40 persen bauran energi Indonesia dan 60 persen dari pembangkit listrik. Dengan demikian energi matahari masih mewakili persentase yang lebih kecil daripada pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi.
Trina Solar Head of Southeast Asia Elva Wang mengatakan, salah satu tantangan bagi Indonesia adalah memastikan pertumbuhan energi terbarukan tidak hanya sejalan dengan pertumbuhan konsumsi energi seiring dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi. Lebih jauh dari itu juga harus melampauinya agar Indonesia dapat mencapai target energi terbarukan.
"Trina Solar, sebagai penyedia solusi total energi pintar dan PV terkemuka di dunia melihat bahwa Indonesia memiliki potensi energi matahari yang sangat besar dan bahwa matahari adalah sumber energi terbarukan terbaik untuk memenuhi target nasional," ujar dia dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Elva memaparkan agar Indonesia dapat bertransisi menuju energi bersih dan memenuhi targetnya, Indonesia harus mempercepat penyebaran energi surya. Tenaga surya adalah pilihan yang tepat karena sudah tersedia dan dapat digunakan dengan cepat.
"Indonesia adalah pasar besar yang belum dimanfaatkan untuk energi surya. Ada kebutuhan besar yang dapat kami penuhi dengan modul surya, pelacak, dan solusi terintegrasi kami yang terkemuka di pasar," ungkapnya.
Trina Solar memiliki beberapa seri modul surya dapat dipasang dengan cepat di atap rumah dan lahan kosong dengan pelacak pintar (smart tracker) untuk melacak pergerakan matahari. "Sebuah studi oleh University of Surabaya yang diterbitkan tahun ini, menemukan modul di Jakarta dengan pelacak menghasilkan listrik sekitar 21 persen lebih banyak daripada fixed-tilt," kata Elva.
Sebaiknya Anda baca juga:
Modul pembakit Tenaga surya yang ditawarkan memberi kebebasan kepada perumahan dan bisnis untuk memenuhi kebutuhan energi secara mandiri, dapat memitigasi kenaikan harga listrik, dan berkontribusi pada transisi ke energi terbarukan dan perang melawan perubahan iklim.
Modul surya adalah solusi paling hemat biaya, menghasilkan biaya energi levelized (LCOE) yang lebih rendah. Output daya modul telah meningkat pesat. Pada tahun 2009, modul baru memiliki rata-rata 290W, tetapi saat ini modul berdaya tinggi adalah 500W+.
"Biaya modul, sementara itu, telah menurun karena teknologi manufaktur yang lebih baik dan 'skala ekonomi.' Tenaga surya kini telah mencapai paritas jaringan di banyak pasar, menghasilkan biaya listrik yang lebih rendah daripada jaringan listrik," kata Elva.
Modul Trina Solar dengan pelacak berdaya dan berefisiensi tinggi tersedia di pasaran saat ini. Trina Solar seri Vertex DE19R yang untuk konsumen bisnis komersial dan industri menggunakan sel sepanjang 210 mm, memiliki output daya maksimum hingga 580W dan efisiensi maksimum 21,5 persen.
Trina Solar telah bekerja sama dengan mitranya di Indonesia, termasuk pemasang dan distributor, untuk membantu bisnis memiliki atap surya. Tenaga surya yang dihasilkan menarik bagi perusahaan komersial dan industri, karena menggunakan ruang atap yang tidak terpakai untuk pembangkit listrik.
"Trina Solar juga berencana meluncurkan Trina Solar Vertex N NEG19RC.20 baru ke Indonesia untuk proyek skala utilitas. Modul ini juga dapat digunakan untuk proyek komersial dan industri," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!