Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jabodetabek Hasilkan 12.627 Gigagram Emisi

📅 Rabu, 01 Mar 2023, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jabodetabek Hasilkan 12.627 Gigagram Emisi Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Seorang pegiat lingkungan menggelar kerajinan daur ulang sampah kertas dalam acara 'Green Future Festival' di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (29/10/2022). Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang upaya bebas emisi karbon melalui inovasi dan teknologi ramah lingkungan.

JAKARTA - Pembakaran sampah di Jabodetabek secara keseluruhan menghasilkan 240,25 gigagram pertahun. Dari sini lalu melahirkan emisi karbondioksida sebesar 12.627 gigagram per tahun. Demikian hasil penelitian Waste4Change bersama Yayasan Bicara Udara yang dirilis Selasa (28/2).

Penelitian tersebut menggunakan rumus penghitungan jumlah sampah yang dibakar secara terbuka di Jabodetabek. Menurut mereka, 12.627 gigagram per tahun hampir setara dengan pembakaran hutan dan lahan gambut di Kalimantan pada tahun 2021 yang mencapai 14.280 gigagram per tahun.

"Kegiatan pembakaran sampah yang tidak terkendali seperti ini diperkirakan menyumbang 9,42 persen emisi karbondioksida terhadap emisi gas rumah kaca nasional dari sektor pengelolaan sampah," ujar Spesialis Rantai Pasokan Daur Ulang Waste4Change Lathifah Mashudi.

Menurutnya, hal itu merupakan sebuah kegiatan yang setara dengan membakar 108.825 hektare hutan. Lathifah menjelaskan pembakar sampah adalah perorangan atas kemauan sendiri , perorangan disuruh, dan pelaku bisnis. "Banyak pihak tanpa ragu membakar sampah, meski sudah ada larangan," tambah Lathifah.

Dia minta masyarakat dapat membantu mencegah pembakaran sampah dengan menegur terlebih dulu. Jika tetap membandel, laporkan ke layanan pengaduan agar diambil tindakan. Melalui 1.432 responden nonpelaku pembakar, tapi terkena dampak kebakaran, merasa terganggu pernapasan, kulit, dan mata. Kadang asap mengurangi jarak pandang. Kegiatan pembakaran sampah secara liar juga berpotensi menimbulkan pencemaran udara, air, dan tanah, juga bisa membuat kebakaran lahan dan masalah perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.