Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pokekea, Situs Megalitik Tertua di Indonesia

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 06:30 WIB | Oleh:
Pokekea, Situs Megalitik Tertua di Indonesia Doc: Istimewa

Kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) menyimpan situs dari peninggalan era batu besar atau megalitikum. Tempat dini dapat dijumpai batu besar berbentuk tugu (menhir), bejana batu (kalamba), meja batu (dolmen), tempat jenazah (sarkofagus), atau punden berundak.

Peninggalan terbanyak bisa disaksikan di Situs Pokekea di Lembah Behoa yang menjadi kesatuan situs megalitik di Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Berdasarkan penanggalan karbon, ada dua periode tradisi megalitik di Lore Lindu. Pertama antara 2.500 hingga 1.500 tahun sebelum Masehi dan kedua 1.500 hingga abad 1 Masehi.

Lore Lindu terdapat 4 lokasi situs megalitikum yaitu di Lembah Napu, Lembah Palu, Danau Lindu, dan Lembah Behoa dengan Situs Pokekea. Dari semua lokasi tersebut ada 83 objek benda yang telah teridentifikasi. Di Situs Pokekea di Lembah Behoa sendiri ada menhir, kalamba, dolmen, sarkofagus hingga batu arca.

Situs Lembah Behoa menjadi salah satu situs dengan alam yang indah. Dikelilingi perbukitan hijau, lembah ini berupa padang rumput luas dan pertanian warga. Lembah Behoa di Lore Lindu sangat strategis, karena berada berada di jantung Pulau Sulawesi.

Di lembah itu terdapat arca batu pertama memiliki ketinggian 140 sentimeter dengan lebar badan 74 sentimeter dalam keadaan terbaring. Raut wajahnya berbentuk bulat, mata melotot, alis dan hidung yang menyatu dan kedua tangan yang dilipat ke perut. Arca pertama ini punya kedua telinga berbentuk bulat.

Sedangkan arca kedua sama dengan arca pertama bedanya mempunyai ketinggian 170 sentimeter dan lebar 70 sentimeter. Selain itu arca kedua ini tidak memiliki telinga dan tangan. Sedangkan arca ketiga memiliki tinggi 146 sentimeter dan lebar 80 sentimeter.

Dengan pahatan dada yang menonjol dan bulan di perut diperkirakan merupakan arca perempuan. Sedangkan arca keempat setinggi 140 sentimeter dengan lebar 60 sentimeter. Terdapat pahatan di bagian dada dengan raut hidung dan alis menyatu.

Selain arca batu, ada 8 buahkalambaatau bejana batu. Bentuknya bulat silinder pada tengah terdapat lubang. Yang berbeda adalah ukiran badannya memiliki garis geometris dan relief berupa wajah manusia dengan ukuran variatif dengan tinggi 1,5 hingga 2,7 meter dan diameter 1 hingga 1,8 meter. Keseluruhan kalamba menyerupai bentuk tong dan fungsi yang masih mengandung misteri.

Dugaannya sebagai penampungan air atau bejana. Selain itu sebagian peneliti berpendapatkalambaini merupakan kuburan. Terlepas itu, masih ada 18 buah batu kerakel, 14 buah batu dakon, 5 buah dolmen, 5 buah altar batu, 2 buah batu tetralit, 1 buah batu bergores, dan 2 buah palung batu. Semuanya menyimpan misteri purbakala yang belum terpecahkan.

Dari hasil penelitian, peninggalan situs Lore Lindu menunjukan suatu pemukiman. Kehidupan masyarakat megalitik di Lore Lindu diperkirakan menetap dalam kelompok dengan stratifikasi sosialnya menyerupai kehidupan perkampungan di masa sekarang.

Situs yang telah diusulkan menjadi situs warisan dunia UNESCO, menggambarkan kehidupan nenek moyang orang Sulawesi. Pokekea dan situs di Lembah Lore Lindu merupakan bukti manusia prasejarah Sulawesi telah memanfaatkan teknologi.

Lokasi Pokekea di Lore Lindu berjarak 4 jam perjalanan dari Kota Palu. Nilai sejarahnya yang tinggi membuat situs ini lebih diperhatikan. Keberadaanya menjadi aset untuk menguak peradaban masa lampau masyarakat Sulawesi.

Pengamatan Burung Maleo

TNLL menawarkan paket pengamatan burung salah satu yang menjadi pengamatannya adalah burung maleo (Macrocephalon maleo). Pengamatan burung ini sangat diminati oleh wisatawan mancanegara, karena tampilkan dan perilaku burung ini sangat unik di alam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.