Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Menjadikan Endemi Covid-19 sebagai Tujuan

📅 Sabtu, 25 Feb 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Jangan Menjadikan Endemi Covid-19 sebagai Tujuan Doc: Sumber: Covid19.go.id

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengingatkan negara-negara jangan hanya menjadikan endemi satu penyakit termasuk Covid-19 sebagai tujuan. Harus disadari, endemi bukan tanda keberhasilan, tapi sebetulnya satu situasi negara belum sukses terhadap satu penyakit.

"Negara-negara ngebet ingin status endemi pada penyakit Covid-19. Itu harus disadari bahwa endemi bukan tanda keberhasilan, tapi sebetulnya satu situasi negara belum sukses terhadap satu penyakit," kata Dicky, kepada Koran Jakarta, Jumat (24/2).

Dicky mengingatkan status endemi Covid-19 bisa jadi bahaya. Dia mencontohkan, penyakit berstatus endemi seperti malaria misalnya masih membahayakan.

"Satu endemi bukan berarti bagus. Bisa jadi bahaya, seperti malaria tetap penyakit itu menimbulkan kematian. Ada yang masuk ICU walau dalam jumlah tidak sebagian besar dalam epidemi atau pandemi," ujar Dicky.

Dicky mengungkapkan, status endemi Covid-19 sudah terjadi di beberapa negara. Meski begitu, status Covid-19 masih pandemi mengingat Public Health Emergency International Concern (PHEIC) belum dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Dia menerangkan penilaian penyakit menular butuh sebab bersifat retrospektif. Penilaian untuk mencabut status PHEIC butuh waktu tiga bulan. "Peluang dunia mencabut status PHEIC itu tiga bulan atau akhir April besar sekali peluang mencapai status itu," katanya.

Strategi Kesehatan

Dicky menambahkan, pertimbangan pencabutan status PHEIC di antaranya lonjakan kasus di Tiongkok beberapa waktu lalu tidak menghasilkan varian baru. Ini menunjukkan vaksin efektif, strategi kesehatan masyarakat efektif.

Dia mengingatkan, jika status PHEIC dicabut, bukan berarti bebas dari Covid-19. Menurutnya, masih ada potensi Kejadian Luar Biasa atau outbreak sebab cakupan vaksinasi, testing, dan tracing masih buruk.

"Apalagi ancaman long Covid nyata dan makin jelas. Ketika abai, negara sepersepuluhnya akan sakit-sakitan," tandasnya.

Penanganan dan pengendalian penyakit berstatus pandemi masih harus dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin berencana menemui pimpinan WHO pada Mei tahun ini untuk mendiskusikan rencana perubahan status pandemi menjadi endemi Covid-19 di Indonesia.

"Saya ingin ketemu dengan Kepala WHO sendiri nanti rencananya di bulan Mei, untuk bicara, kalau kita melakukan, apakah itu tepat atau proper atau caranya yang pas, timing-nya yang pas seperti apa," kata Menkes.

Menkes menjelaskan pihaknya telah berdiskusi dengan pejabat setingkat eselon satu di WHO terkait deklarasi endemi Covid-19 di Indonesia. Menurut WHO, organisasi di bawah PBB itu memberikan keputusan kepada pemerintah masing-masing negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

47 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.