Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Campak Melonjak 45 Kali Lipat di Eropa

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Campak Melonjak 45 Kali Lipat di Eropa Doc: Sumber: WHO - KJ/ONES

KOPENHAGEN - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyoroti kasus penyakit campak di Eropa yang angkanya pada tahun 2023 mencapai 42.200 kasus, hampir 45 kali lipat dari tahun sebelumnya. WHO menyerukan upaya vaksinasi segera untuk menghentikan penyebaran.

"Sebanyak 41 negara dari 53 negara yang termasuk dalam di kawasan Eropa melaporkan penyakit menular tersebut. Pada tahun 2022 tercatat 941 kasus," kata badan kesehatan PBB itu, seperti dikutip The Straits Times, Selasa (23/1).

Russia dan Kazakhstan merupakan negara dengan kasus terburuk, dengan masing-masing sekitar 10.000 kasus pada bulan Januari hingga Oktober 2023. Di Eropa Barat, Inggris memiliki kasus terbanyak yaitu 183 kasus. "Tingkat vaksinasi terhadap penyakit ini menurun selama pandemi Covid-19 dan upaya vaksinasi yang mendesak diperlukan untuk menghentikan penularan dan mencegah penyebaran lebih lanjut," kata WHO.

WHO juga mengatakan terdapat hampir 21.000 pasien rawat inap dan lima kematian terkait campak pada periode Januari hingga Oktober. "Ini mengkhawatirkan," katanya.

Sekitar 1,8 juta bayi di wilayah WHO di Eropa tidak menerima vaksinasi campak antara tahun 2020 dan 2022. Sangat penting bagi semua negara untuk bersiap melakukan deteksi cepat dan respons tepat waktu terhadap wabah campak, yang dapat membahayakan kemajuan dalam eliminasi campak.

Vaksinasi Menurun

Campak disebabkan oleh virus dan menyebar dengan mudah ketika penderitanya bernapas, batuk, atau bersin. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak, namun bisa menyerang siapa saja. Gejalanya sering berupa ruam, pilek, batuk, dan mata berair. Komplikasi bisa sangat parah.

Vaksinasi campak terdiri dari dua suntikan, biasanya satu diberikan saat anak berusia sembilan bulan, dan yang kedua pada usia 15 hingga 18 bulan. Vaksin ini sering diberikan bersamaan dengan vaksin untuk penyakit gondok dan rubela, yang dikenal sebagai MMR (Measles Mumps Rubella).

Setidaknya 95 persen anak-anak perlu mendapatkan vaksinasi penuh terhadap penyakit ini di suatu wilayah untuk mencegah wabah.

Tingkat vaksinasi campak telah menurun di seluruh dunia. Pada tahun 2022, 83 persen anak-anak menerima vaksin campak pertama kali pada tahun pertama kehidupan mereka, naik dari 81 persen pada tahun 2021, namun turun dari 86 persen sebelum pandemi dan merupakan tingkat terendah sejak tahun 2008.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.