Menilik Peran Media Rusia Melaporkan dan Membenarkan Perang di Ukraina
📅 Jumat, 24 Feb 2023, 12:42 WIB | Oleh: Tim PenulisContoh paling bagusnya adalah videonya tentang "Hari Kemenangan" Perang Dunia II yang ditujukan untuk audiens Rusia. Dalam video itu, Zelensky menyamakan Perang Dunia II, yang dipicu oleh Nazisme, dengan invasi Rusia terhadap negaranya.
Penampilan Zelensky yang tegas dan menarik di depan media bertolak belakang dengan video-video Putin yang memicu banyak spekulasi oleh tabloid Inggris, termasuk tentang kesehatannya. Dugaan juga muncul seputar apakah dia menggunakan aktor pengganti dalam beberapa penampilannya di televisi.
Bagaimana Rusia Menggunakan Militer dan Media Selama Masa Perang
Saat Ukraina terlihat telah memenangkan perang opini publik di negara Barat, Rusia sepertinya berhasil mendapatkan dukungan publik di dalam negeri.
Ini merupakan proses yang panjang. Saya mengunjungi Rusia pada tahun 2019, untuk peringatan lima tahun aneksasi Krimea 2014. Saya terkejut menemukan maraknya citra dan sentimen militeristik dari pemberitaan media lokal. Mural-mural bernuansa senada juga terlihat di sepanjang jalanan Moskow dan kota-kota lain yang saya kunjungi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perpaduan media dan militerisme ini telah menjadi bagian yang tak tergantikan dan integral dari strategi perang Rusia dalam hubungan internasional di era Putin. Saya bersama rekan, Dr Alexander Lanoszka, mengelaborasi hal ini dalam makalah kami pada 2021 yang berjudul Peningkatan kekuatan militer dan komunikasi Rusia: Dari Chechnya hingga Krimea.
Kesuksesan terbesar Kremlin adalah menguasai media abad ke-21 dengan gaya abad ke-20. Ini sebenarnya bisa dihindari, mengingat masyarakat Rusia memiliki literasi teknologi yang tinggi (banyak insiden peretasan yang dituduhkan pada orang Rusia). Dengan sedikit usaha, mereka juga bisa membaca berita-berita dari media Barat.
Namun, kebanyakan dari mereka tidak mau repot-repot melakukannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rosenberg melaporkan dari Belgorod (kota yang tidak jauh dari perbatasan Rusia dengan Ukraina) untuk BBC pada 10 Februari bahwa pesan resmi pemerintah Rusia sebagian besar diterima begitu saja oleh warganya. "Negara Barat selalu ingin menghancurkan Rusia," kata seorang penduduk kota kepadanya.
Saat ini, 12 bulan sejak invasi besar-besaran Rusia (Ukraina akan selalu menegaskan bahwa perang sudah dimulai sejak 2014), konflik kedua negara sudah memasuki perang media. Kemenangan yang awalnya diperkirakan akan cepat didapat oleh Kremlin ternyata tidak terjadi.
Perang kini telah dibingkai ulang sebagai konflik antara Rusia dan Barat. Pertikaian ini tak hanya tentang sejarah perang versi Putin, tapi juga tentang pengiriman senjata dari negara Barat ke Ukraina.
Bagaimana Perang Media ke Depannya
Ukraina perlu merawat hubungannya dengan kantor berita internasional. Pidato Zelensky di London pada 8 Februari - yang tampaknya sangat menginspirasi sejumlah anggota parlemen Inggris - perlu disiarkan di televisi dan media sosial.
Gestur-gestur visual, seperti pemberian helm pilot pesawat tempur Ukraina dari Zelensky ke perwakilan parlemen Inggris, juga bisa dilakukan untuk memperkuat citranya di mata publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!