Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanker Aspal Karam Cemari Laut Nias Utara

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 17:48 WIB | Oleh:
Tanker Aspal Karam Cemari Laut Nias Utara Doc: VoA/Pemkab Nias Utara

NIAS - Sebuah tanker pengangkut bahan mentah aspal atau bitumen seberat 1.900 ton karam pada Sabtu (11/2), dan mencemari perairan Nias Utara, Sumatra Utara. Tumpahan bitumen itu kini semakin meluas hingga radius 70 kilometer dan telah mencapai ke kawasan konservasi di perairan Toyolawa-Lahewa.

Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu mengatakan tumpahan bitumen itu turut mengancam lokasi yang kerap dijadikan penyu sebagai pendaratan di kawasan Pantai Tugala Oyo hingga Faekhuna'a di Kecamatan Afulu.

"Ada salah satu lokasi wisata, yaitu selancar di Kecamatan Natolu, sudah tercemar dengan aspal. Nelayan juga sudah enggan melaut karena aspal dan biota laut sudah juga tercemar," ungkap dia.

Kapal tanker yang karam itu sendiri berbendera Gabon.

Amizaro mengatakan pemilik kapal maupun pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) belum melakukan tindakan penanggulangan apapun. Pihak pemerintah daerah telah menyurati pemilik kapal dan stakeholder lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian BUMN untuk mengambil tindakan cepat dalam penanggulangan pencemaran.

"Harapan kami supaya dilokalisasi aspal yang sudah tumpah ke laut. Kami dari pemerintah daerah sudah melakukan beberapa upaya seperti menyurati (Pemprov Sumut dan pemerintah pusat -red). Kami sebagai pemerintah daerah terbatas kemampuan termasuk fasilitas untuk menangani ini," ujar Amizaro.

Amizaro pun mengkhawatirkan tumpahan bitumen bisa mencemari laut lebih luas lagi. Untuk itu pemerintah pusat dan Pemprov Sumut diminta untuk segera menangani persoalan bitumen yang tumpah ke laut.

"Aspal yang sudah tersebar luas di lautan segera dibersihkan kembali. Supaya aspal dari kapal itu tidak tercecer terus ke laut," tutur dia.

Respons Lambat

Sementara itu salah satu aktivis lingkungan dari Yayasan Menjaga Pantai Barat (Yamantab), Damai Mendrofa, menyayangkan respons lambat pemerintah pusat terkait insiden pencemaran itu.

"Harusnya pemerintah mengambil langkah cepat sehingga bisa meminimalkan pencemaran. Bayangkan sudah berapa banyak penyu dan biota lainnya yang menjadi korban. Tentunya dampak ekologi ini menjadi bencana bagi kehidupan masyarakat," ucap dia.

Damai juga menyesalkan sampai saat ini belum ada penanganan untuk mencegah tercemarnya perairan Nias Utara akibat tumpahan bitumen.

"Ini sungguh-sungguh disayangkan. Di saat para pegiat gencar melakukan upaya konservasi. Justru penanganan pemerintah sangat lamban," tegas dia.

Sampai saat ini pihak kapal belum memberikan keterangan apa pun terkait peristiwa itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...
Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...
Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.