Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hong Kong Cabut Visa Ilmuwan Tiongkok yang Edit Gen Bayi

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 09:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hong Kong Cabut Visa Ilmuwan Tiongkok yang Edit Gen Bayi Doc: VOA/AP
Ket. He Jiankui, ahli biofisika Tiongkok yang mengedit gen bayi dalam konferensi pers di Beijing, 21 Februari 2023.

HONG KONG - Visa kerja seorang ahli biofisika Tiongkok yang pernah dipenjara karena mengedit gen bayi, dicabut setelah petugas imigrasi Hong Kong mencurigainya berbohong pada formulir aplikasi untuk skema bakat.

Mengutip VOA, He Jiankui menuai kontroversi serta debat ilmiah dan etis internasional pada 2018 karena menciptakan bayi pertama dengan "gen yang diedit" supaya kebal HIV, virus penyebab AIDS. Ia mengatakan ketika itu pada konferensi internasional di Hong Kong bahwa ia telah memodifikasi dua embrio sebelum menempatkannya di dalam rahim ibu mereka.

Ilmuwan itu mengatakan bahwa ia menggunakan teknologi yang dikenal sebagai CRISPR-Cas9 untuk mengubah gen embrio perempuan kembar sebelum lahir. Ia menambahkan bahwa ia telah menarget gen yang dikenal sebagai CCR5 dan mengeditnya dengan cara yang ia yakini akan melindungi bayi-bayi itu dari HIV. Belakangan diketahui bahwa bayi ketiga yang gennya diedit telah lahir.

Dosen di Southern University of Science and Technology yang dipecat karenanya, kemudian dituduh memalsukan dokumen persetujuan dari dewan etika. Ia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh pengadilan Tiongkok pada akhir 2019 karena secara ilegal mengedit gen embrio manusia untuk reproduksi. Ia dibebaskan pada April 2022.

Ilmuwan itu mengunggah di platform media sosial WeChat pada Sabtu bahwa ia telah diberi visa pada 11 Februari berdasar skema bakat. Skema itu untuk menarik orang-orang dari seluruh dunia yang kaya pengalaman kerja dan kualifikasi akademik yang baik untuk menjajaki peluang di Hong Kong.

Ia mengatakan bahwa ia akan melakukan penelitian penyuntingan gen menggunakan kecerdasan buatan dan bahwa ia "optimistis akan (masa depan) Hong Kong," lapor surat kabar South China Morning Post. Unggahan aslinya tidak bisa ditemukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.