Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APEKSI Sebut Ekosistem Ketenagakerjaan Inklusif Wujudkan Indonesia Emas

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
APEKSI Sebut Ekosistem Ketenagakerjaan Inklusif Wujudkan Indonesia Emas Doc: antara
Ket. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya Sugiarto memberikan sambutan Seminar Nasional Pengarusutamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif atau Inclusive Job Centre (IJC) untuk Pemerintah Kota, di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bima Arya Sugiarto menilai bahwa tersedianya ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Masalah tenaga kerja inklusif ini bukan sekedar keberpihakan kita pada saudara atau teman-teman disabilitas mendapatkan pekerjaan, tidak. Tapi ini membangun ekosistem yang jangka panjang dan komprehensif," ujarnya dalam sambutan Seminar Nasional Pengarusutamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif atau Inclusive Job Centre (IJC) untuk Pemerintah Kota, di Jakarta, Kamis (23/2).

Ia mengatakan, gagasan-gagasan besar pengarusutamaan tenaga kerja yang inklusif tidak bisa berhenti pada tahap komitmen politik atau MoU.

"Tapi harus kita turunkan terus dan kerjakan teknisnya," tuturnya.

Ia mengakui, untuk membangun ekosistem lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas tidak mudah, perlu konsistensi kepala daerah untuk lebih berpihak kepada nilai-nilai inklusifitas.

Menurutnya, terdapat tiga hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam rangka membangun ekosistem yang berpihak pada penyandang disabilitas.

Pertama, kepala daerah harus lebih konsisten untuk mewujudkan kota yang inklusif untuk semua masyarakat.

Kedua, kepala daerah harus lebih piawai berkolaborasi dengan pentahelix atau multipihak, karena tidak mungkin itu dikerjakan oleh pemerintah kota dan swasta saja.

"Ini butuh kajian, ini butuh teman-teman dari NGO, butuh edukasi untuk memberikan pemahaman kepada perusahaan atau penyedia kerja. Jadisense of collaborationkita akan diuji, kemampuan kita untuk mengakomodir pentahelix," paparnya.

Dan ketiga, kata Bima Arya, adalah memaksa kepala daerah untuk bekerja secara detail.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah berperan penting dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak ketenagakerjaan yang setara.

"Maka APEKSI bekerja sama dengan GIZ melakukan Pengarustamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif atau Inclusive Job Center (IJC) untuk Pemerintah Kota," paparnya.

Ia mengatakan, IJC merupakan platform bagus yang tidak cukup dalam komitmen tetapi harus didetilkan terkait jumlah tenaga kerja yang harus diakomodir, angka yang bisa diokomodir dalam bidang ekonomi yang harus dialokasikan dalam APBD agar platform ini dapat berkelanjutan.

"Inilah yang sekarang terus kita ikhtiarkan, kita dorong agar target kita bisa tercapai dalam hal pengarusutamaan tenaga kerja yang inklusif," tutur Walikota Bogor itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.