Hinat, Wajah Perempuan Kuno dari Kota Hegra
📅 Rabu, 22 Feb 2023, 06:40 WIB | Oleh: Haryo BronoPada abad pertama SM, Hegra telah melampaui Dadan di dekatnya sebagai titik perhentian utama pada jalur perdagangan. Proyek Arkeologi Mada'in Salih memulai pekerjaan arkeologinya di situs Hegra pada 2002. Makam Hinat sendiri pertama kali digali pada 2008 pada awal penyelidikan arkeologi bersama Prancis-Saudi terhadap pekuburan menakjubkan yang mengelilingi Kota Hegra.
Kota Hegra telah lama hilang di bawah pasir lembah AlUla, dan di mana pekerjaan berlanjut hingga hari ini. Sejak saat itu, lebih dari 100 makam monumental, dengan fasad berhias yang berasal dari abad pertama SM hingga abad pertama masehi, telah digali dan didokumentasikan.
Namun pada 2008, selama musim pertama penggalian, perhatian para arkeolog tertuju pada satu makam tertentu di lereng timur Jabal Al-Ahmar, yang kemudian diberi nama IGN 117. Letaknya di atas pintu masuk diukir sebuah prasasti yang menarik.
"Ini adalah makam yang dibuat oleh Hinat, putri Wahbu untuk dirinya sendiri dan untuk anak-anaknya dan keturunannya selamanya," bunyi prasasti. "Tidak seorang pun memiliki hak untuk menjualnya atau memberikannya sebagai jaminan atau menulis untuk sewa makam ini."
Sebaiknya Anda baca juga:
Makam itu bertanggal "pada tahun kedua puluh satu Raja Maliku, Raja Nabataeans" sekitar tahun 60 sebelum masehi. Tidak seperti kebanyakan makam di Hegra, yang satu ini sepertinya tidak diganggu. Pintu masuknya, yang dipahat tinggi di atas permukaan batu, telah tersembunyi, mungkin selama berabad-abad, oleh pasir yang hanyut.
Dua dari lempengan batu yang membentuk pintu itu masih ada, dan ruang pemakaman di baliknya dipenuhi pasir. Di bawah pasir itu, selama beberapa musim penggalian yang cermat, para arkeolog menemukan sisa-sisa sekitar 80 orang yang telah dikuburkan pada periode yang berbeda dari jasad Hinat, keluarganya, dan keturunan mereka.
Sebagian besar tulang berserakan atau "terpisah," dalam terminologi yang digunakan oleh para arkeolog. Tetapi satu kerangka, yaitu seorang perempuan dewasa, hampir lengkap dan, karena lokasinya di dalam makam, yang menyiratkan bahwa itu adalah salah satu inhumasi pertama, disimpulkan bahwa itu mungkin saja Hinat sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tengkorak dari kerangka tersebut, yang cukup terawetkan oleh alam, dipilih untuk memastikan informasi yang memadai untuk rekonstruksi yang berhasil. Tengkorak khusus dipilih oleh Wakil Direktur Proyek Arkeologi Laila Nehme dan Antropolog Proyek Nathalie Delhopital.
Kemudian digelar acara pertemuan ilmiah selama satu hari, yang mengumpulkan para pakar terkemuka di Hegra, Nabataean, dan arkeologi Al-Ula. "Ini merupakan diskusi yang hidup seputar kemungkinan penampilan Hinat, potensi statusnya di masyarakat dan apa yang mungkin dia kenakan," menurut juru bicara RCU.
Dalam konferensi tersebut menetapkan batas-batas ilmiah dan panduan untuk akurasi dan karakter rekonstruksi, dan menghasilkan penulisan profil dengan citra referensi untuk pakaian, rambut, dan perhiasan, kata juru bicara tersebut. "Mereka bergabung dengan tim produksi multidisiplin, menyatukan keahlian dalam antropologi forensik dan rekonstruksi, serta pembuatan model fisik," ucap dia.
Singkatnya, kata McGauran, rekonstruksi yang dihasilkan adalah titik temu yang indah antara sains dan seni. "Melalui upaya perintis seperti ini, yang menyatukan ketelitian profesional dan interpretasi artistik yang cermat, kami dapat memperdalam pemahaman kami tentang kehidupan dan budaya suku Nabatean sebuah peradaban yang telah memberi dunia situs Hegra yang luar biasa, dan terus berlanjut hingga saat ini menjadi sumber ilmu dan inspirasi," ujar dia.
Namun, tidak seorang pun dapat mengatakan dengan pasti bahwa tengkorak yang dipilih itu benar-benar tengkorak Hinat. "Kami tidak tahu," kata McGauran. "Cukup sulit dengan makam-makam ini untuk mengatakan individu mana yang disebutkan dalam prasasti. Mereka digunakan selama ratusan tahun. Anda dapat membuat kesimpulan tentang penguburan mana yang paling awal, dan mana yang terakhir, tapi mungkin itu saja," kata dia.
Terlepas dari itu, Hinat, begitu dia dikenal oleh para arkeolog yang menemukannya, berasal dari waktu yang berbeda dari masa lalu. Dia memiliki kisah yang menarik untuk diceritakan. Rekonstruksi kepalanya menempatkan wajah manusia pada tahun-tahun pekerjaan arkeologi yang melelahkan yang terus mengungkap rahasia masa lalu AlUla yang penuh semangat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!