Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tata Dunia Seperti Apa Yang Diharapkan Russia ke Depan?

📅 Senin, 20 Feb 2023, 22:00 WIB | Oleh:
Tata Dunia Seperti Apa Yang Diharapkan Russia ke Depan? Doc: Kris Kaban
Ket. Dubes Russia untuk Indonesia Mrs Lyudmila G Vorobieva

JAKARTA - Bagaimana pandangan Russia tentang peta kekuatan dunia ke depan? Koran Jakarta menanyakan hal itu kepada Dubes Russia untuk Indonesia Mrs Lyudmila G Vorobieva dalam sebuah wawancara khusus di Kedubes Russia, Kamis (16/2) lalu.

Berikut ini penjelasan Mrs Lyudmila G Vorobieva: Tentu sulit mendapatkan gambaran bagaimana jadinya dunia secara keseluruhan. Tapi secara prinsip kami (Russia) memperjuangkan sistem hubungan internasional yang lebih adil.

Pada saat Amerika sekutunya bicara tentang peraturan-peraturan berbasiskan World Order, Russia tidak bisa menerima itu semua. Mengapa mereka menegaskan itu? Karena mereka kalah dalam kompetisi dalam norma dan peraturan yang ada.

Mereka kalah dalam kompetisi dengan China. Mereka kalah berkompetisi dengan Russia. Itu sebabnya mereka menginginkan pertaturan-peraturan baru diberlakukan untuk membantu mereka melanjutkan dominasi mereka. Tapi siapa yang akan menuliskan peraturan itu ? Itu pertanyaan besar. Pasti bukan Russia, bukan China, bukan India dan bukan juga Indonesia. Pasti mereka yang akan melakukannya.

Jadi mengapa kita harus menerima peraturan baru mereka itu? Yang pasti tidak akan adil, kita yakin itu. Kita sudah lihat apa yang terjadi selama ini. Mereka menggunakan berbagai agenda dengan menggunakan kata-kata indah seperti Hak Azasi Manusia. Tentu Hak Azasi Manusia sangat penting. Tapi mereka menggunakannya sebagai alat untuk intervensi campur tangan pada setiap negara. Dan juga gold standard pada demokrasi dan Hak Azasi Manusia.

Setiap negeri memiliki sejarah, tradisi dan budaya masing-masing. Mengapa mereka memaksakan agenda LGBT di negara Muslim? Tentu saja tidak bisa diterima. Dan mereka melakukannya secara agresif seperti saat pertandingan sepak bola di Qatar. Mereka paksakan untuk menerima agenda itu walaupun bertentangan dengan tradisi bahkan hukum negara tersebut. Agenda itu tidak dapat diterima oleh tradisi kami di Rusia.

Tentang Agenda Lingkungan

Tentu kita harus melestarikan dan melindungi lingkungan hidup kita. Tapi jangan menjadi alat untuk memeras negara lain, jangan intervensi pada persoalan internal negara lain. Mengapa Amerika harus memaksakan hukum dan peraturan mereka di negara lain?

Seperti dalam persoalan kelapa sawit yang dihadapi Indonesia saat ini. Mereka menggunakan segala cara untuk mendominasi, memeras, memaksakan kehendak, membuat negara lain mengikuti kehendak mereka.

Mayoritas negara tidak menyukai itu. Barat selalu percaya bahwa mereka kuat. Tapi beberapa negara tidak takut dan menolak untuk diintervensi, diperas bahkan diserang secara militer. Libya memang bukan negara dengan standar demokrasi barat, tapi mereka negara yang sejahtera, rakyatnya punya sistim pendidikan yang bagus, tapi lihat Libya sekarang dihancurkan dan sekarang ini terjadi perang sipil, orang saling membunuh.

Jadi barat terus menggenggam erat dominasinya. Kita ingin segera melihat dunia yang lebih adil. Rusia tidak ingin menjadi dominan seperti yang sering dipropagandakan oleh barat bahwa Putin ingin membangun kembali kerajaan Rusia dan ingin memperluas wilayah.

Maaf kami negara terbesar di dunia, kita tidak butuh menambah wilayah lagi. Silahkan datang ke Siberia dan lihat seluas apa wilayah itu. Kami tidak mencari dominasi kekuasaan seperti Amerika Serikat.

Kami hanya menginginkan dunia yang lebih adil, dimana kepentingan semua bangsa terpenuhi. Kami sangat terbuka untuk kerjasama yang setara, tanpa ada yang memaksakan kehendaknya pada kami. (Kris Kaban)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

14 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.