Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengungsi Rohingya Terus Berdatangan, Pemerintah Didesak Bentuk Satgas PPLN

7 Senin, 20 Feb 2023, 14:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengungsi Rohingya Terus Berdatangan, Pemerintah Didesak Bentuk Satgas PPLN Pengungsi Rohingya Terus Berdatangan, Pemerintah Didesak Bentuk Satgas PPLN Doc: VOA/AFP
Ket. Sekitar 50 orang dewasa dan anak-anak Rohingya terdampar di pantai Lampanah, Aceh Besar, 16 Februari 2023.

JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh meminta agar pemerintah membentuk Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri (PPLN) untuk menangani masalah pengungsi.

"Ini jadi satu tantangan dalam penanganan pengungsi. Urgensi untuk adanya Satgas PPLN ini semakin besar," ucap Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, kepada VOA, Jumat (17/2).

Husna mengatakan dasar pembentukan Satgas PPLN telah cukup jelas, mengingat adanya Peraturan Presiden No 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Satgas PPLN, menurutnya, berfungsi menciptakan koordinasi antar-instansi dan organisasi yang terlibat dalam urusan pengungsi.

"Satgas ini akan bekerja untuk penanganan pengungsi dari luar negeri mulai dari penampungan, penempatan, dan lainnya," katanya.

Menurut catatan KontraS Aceh, ada 26 kedatangan Rohingya di provinsi Aceh hingga sejauh ini. PadaNovember 2022, sudah 644 pengungsi Rohingya tiba di Aceh. Di bulanDesember 2022, 242 pengungsi lagi tiba, dan184 berikutnya menyusul bulan lalu. Mereka ditampung di tiga wilayah, yakni Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Pidie. KontraS memperkirakan jumlah itu akan membengkak.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, mengatakan sebanyak 69 pengungsi Rohingya kembali terdampar di pesisir pantai Gampong Ujong Keupula, Lampanah, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (16/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Para pengungsi Rohingya itu tiba di Aceh menggunakan kapal kayu dalam kondisi lemah dan lapar.

"Terdiri dari 26 laki-laki dewasa, 23 perempuan dewasa, dan 20 anak-anak," katanya melalui sebuah keterangan tertulis.

Menurut Joko, semua pendatang baru itu itu telah dibawa ke penampungan sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Sosial Aceh Rumoh Seujahtera Beujroh Meukaya Ladong, Aceh Besar. Di situ mereka akan didata dan diminta menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Dibawa ke tempat penampungan di UPTD Dinas Sosial di Ladong untuk ditindaklanjuti oleh Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Pengungsi (IOM)," tandas Joko.

Sampai saat ini, baik UNHCR maupun IOM belum memberikan keterangan apa pun terkait kedatangan 69 pengungsi Rohingya tersebut.

Kantor berita Associated Press sebelumnya memberitakan ada 71 orang Rohingya yang mendarat di Aceh dengan dua di antara mereka dilaporkan meninggal saat dalam perjalanan melintasi lautan karena kelaparan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...

Madura United Hajar Arema FC 3-0

4 jam yang lalu | Ones

Olahraga
Madura United Hajar Arema F...
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.