Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BNPB: Logistik Harus Jadi Fokus saat Terjadi Bencana

📅 Minggu, 19 Feb 2023, 12:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BNPB: Logistik Harus Jadi Fokus saat Terjadi Bencana Doc: antarafoto
Ket. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Suharyanto

JAKARTA - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Suharyanto mengimbau pemerintah daerah agar sigap turun ke lapangan dalam setiap kejadian bencana dan fokus akan ketersediaan logistik serta dana operasional yang memadai.

"Kebutuhan logistik dasar masyarakat terdampak harus menjadi fokus perhatian saat terjadi bencana," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (19/2).

Suharyanto menuturkan kebutuhan logistik dasar penyintas yang tertimpa bencana bisa dipenuhi menggunakan dana belanja tidak terduga atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain mengingatkan tentang kebutuhan logistik, ia juga mengimbau pemerintah daerah untuk tidak ragu dalam menentukan status siaga maupun tanggap darurat.

Pada 17 Februari 2023, Suharyanto mengunjungi wilayah terdampak banjir di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah.

Ia mendatangi salah satu titik pengungsian warga terdampak banjir di Kantor Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, dan pengungsian di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Dalam giat kunjungan itu, Suharyanto menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir akibat meluapnya sungai di wilayah tersebut, yang terjadi pada 16 Februari lalu.

Bantuan logistik tersebut berupa selimut 2.500 lembar, matras 2.500 lembar, 2.000 paket sembako, 1.000 paket kit higienis, 1.000 alat kebersihan, 200 tenda keluarga, lima tenda ukuran 6x12 meter, dan dua perahu polietilen.

Selain itu, ada bantuan yang secara simbolis diberikan kepada Pemerintah Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo masing-masing berupa dana siap pakai senilai Rp500 juta.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, sekitar 4.000 orang mengungsi akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Titik dengan genangan air paling tinggi mencapai dua meter.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo melaporkan ada sekitar 10.000 orang terdampak banjir dengan ketinggian air paling tinggi 1,5 meter. Banjir Solo terjadi akibat kiriman air dari Boyolali yang berdampak pada meluapnya Sungai Premulung di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.