Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenali Demensia FTD, Penyakit yang Diderita Bruce Willis

📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 09:57 WIB | Oleh:
Kenali Demensia FTD, Penyakit yang Diderita Bruce Willis Doc: Al Jazeera/Reuters
Ket. Bruce Willis didagnosis menderita demensia FTD.

JAKARTA - Keluarga Bruce Willis mengumumkan bahwa Bruce didiagnosis menderita demensia frontotemporal.

Mengutip Associated Press, pihak keluarga setahun sebelumnya menyatakan bahwa Bruce didiagnosis menderita afasia, gangguan otak yang menyebabkan masalah berbicara, membaca, dan menulis.

Apa Itu Demensia Frontotemporal?

Ada berbagai jenis demensia, dan bentuk frontotemporal memengaruhi bagian depan dan samping otak.Karena menyebabkan masalah pada perilaku dan bahasa, afasia bisa menjadi gejalanya.

Hal ini disebabkan oleh kerusakan neuron, pembawa informasi otak. Tetapi alasan yang mendasari kasus tertentu seringkali tidak jelas.Orang dengan riwayat keluarga dengan kondisi ini lebih mungkin mengalaminya.Jarang terjadi dan cenderung terjadi pada usia yang lebih muda daripada bentuk demensia lainnya, antara usia 45 dan 65 tahun.

Istilah gangguan frontotemporal dan demensia frontotemporal terkadang disingkat menjadi FTD.

Apa Gejala FTD Lainnya?

Gejalanya bisa berupa masalah emosional dan kesulitan fisik, seperti kesulitan berjalan.Gejala cenderung memburuk dari waktu ke waktu, meskipun perkembangannya bervariasi menurut masing-masing individu.

Keluarga aktor Die Hard ini mengatakan masalah komunikasi "hanyalah salah satu gejala dari penyakit yang dihadapi Bruce."

Bisakah FTD Diobati?

Tidak ada pengobatan untuk memperlambat atau menghentikan penyakit, tetapi beberapa intervensi dapat membantu mengelola gejala.

Beberapa pasien menerima antidepresan atau obat untuk Parkinson, yang memiliki beberapa gejala yang tumpang tindih dengan demensia frontotemporal.Banyak juga yang bekerja dengan terapis wicara untuk mengelola kesulitan komunikasi dan terapis fisik untuk mencoba meningkatkan gerakan.

Orang dengan kondisi tersebut lebih cenderung mengalami komplikasi dari hal-hal seperti jatuh, cedera, atau infeksi.Harapan hidup rata-rata setelah gejala muncul adalah 7-13 tahun, menurut para peneliti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

53 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.