Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengharap Perbaikan dari KLB

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 06:32 WIB | Oleh:
Mengharap Perbaikan dari KLB Doc: istimewa
Ket. Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali

JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang berlangsung di Jakarta, Kamis (16/2), diharapkan menghadirkan pembaruan bagi sepak bola Indonesia. Pengurus baru (Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif) yang terpilih memikul tanggung jawab besar memajukan prestasi dan membenahi karut-marut sepak bola nasional.

Berbagai persoalan, mulai dari liga yang tidak professional, prestasi tim nasional Indonesia yang jalan di tempat, bahkan untuk juara di level Asia Tenggara saja susah diraih, menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Karena itulah, tekad dan komitmen kuat dibutuhkan.

Tak hanya itu, PSSI butuh orang-orang baru yang lepas dari jejak buruk. Orang-orang bermasalah yang membuat sepak bola Indonesia tak kunjung maju semestinya tidak lagi ikut menjadi pengurus. "Saya tegaskan, tidak yakin akan ada perubahan apabila Ketua Umum yang terpilih masih membawa gerbong orang-orang bermasalah untuk mengurus sepak bola Indonesia," ujar Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali.

Lebih lanjut, Akmal mengatakan permasalahan sepak bola Indonesia selama ini adalah pengurusnya. "Masalah sepak bola Indonesia 20 tahun terakhir ada pada akarnya, pengurus dan ekosistemnya. Karena itu, akarnya harus dipotong agar masalah tidak tumbuh lagi, tumbuh lagi, dan tumbuh lagi," jelasnya.

Ketua Umum terpilih harus berani potong satu generasi. Kolam saat ini sudah sangat kotor dan keruh. Harus dikuras dan diisi air baru agar "ikan-ikan" (pemain) bisa tumbuh sehat. Karena itulah, dia mengimbau para voters menggunakan hati nurani dalam menggunakan hak suara di KLB. Pilihan bijak para voters akan sangat berpengaruh untuk pembenahan dan kemajuan sepak bola Indonesia.

"Masa depan sepak bola nasional ada di tangan 87 voters. Now or never. Jadi, gunakan hak pilih Anda untuk memilih generasi baru di sepak bola. Selama masih ada orang-orang bermasalah terpilih, jangan pernah berharap sepak bola nasional untuk berprestasi. Jangan juga tergiur money politic. Bila politik uang digunakan dan para voters tergiur, selamat tinggal masa depan sepak bola Indonesia," tandas Akmal. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.