Cerita Hari Valentine, Santo Valentinus yang 'Asli’ Bukanlah Pelindung Cinta
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim PenulisLalu, muncul Cadbury, Hershey's, dan pabrik-pabrik coklat lainnya memasarkan produk-produk manis pada Hari Kasih Sayang.
Saat ini, toko-toko di Inggris dan AS menghias jendela dengan gambar-gambar hati dan spanduk mengumumkan Hari Kasih Sayang tahunan.
Para pedagang mengisi rak-rak mereka dengan makanan manis, perhiasan, dan pernak-pernik yang berhubungan dengan Cupid, bertuliskan "Jadilah Valentine-ku".
Bagi sebagian besar pasangan kekasih, ajakan ini tidak memerlukan penggal kepala.
Sebaiknya Anda baca juga:
Valentine yang Tak Terlihat
Tampaknya santo yang ada di balik hari perayaan cinta tetap sulit diketahui layaknya cinta itu sendiri.
Namun, seperti yang dikatakan Santo Agustinus, teolog dan filsuf terkenal di Abad ke-5, lewat argumen dalam "Faith in Invisible Things": seseorang tidak harus berdiri di depan mata kita untuk bisa kita cintai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dan seperti cinta itu sendiri, Santo Valentinus dan reputasinya sebagai santo pelindung cinta bukanlah masalah sejarah yang dapat diverifikasi, tetapi tentang keyakinan hati.
Ignatius Raditya menerjemahkan ini dari Bahasa Inggris.![]()
Lisa Bitel, Professor of History & Religion, USC Dornsife College of Letters, Arts and Sciences
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!