Cerita Hari Valentine, Santo Valentinus yang 'Asli’ Bukanlah Pelindung Cinta
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBanyak gereja dan biara berbeda pada Eropa Abad Pertengahan mengklaim bahwa mereka memiliki bagian dari tengkorak Santo Valentinus.
Gereja Santa Maria di Cosmedin di Roma, contohnya, masih memamerkan tengkorak utuh Santo Valentinus.
Menurut Bollandist, gereja-gereja lainnya di Eropa juga mengklaim memiliki irisan dan potongan dari salah satu atau bagian tubuh Santo Valentinus lainnya: sebagai contoh, Gereja San Anton di Madrid, Spanyol; Gereja Whitefriar Street di Dublin, Irlandia; Gereja Santo Peter dan Paul di Praha, Ceko; Saint Mary's Assumption di Chelmno, Polandia; dan juga gereja-gereja di Malta, Birmingham, Glasgow, dan di pulau Lesbos, Yunani.
Bagi pemeluk agama Kristen, adanya relik para martir berarti para orang suci hadir di antara mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Inggris abad ke-11, contohnya, seorang uskup menggunakan apa yang diklaim sebagai kepala Valentinus untuk menghentikan kebakaran, mencegah epidemi, dan menyembuhkan semua jenis penyakit, termasuk kerasukan setan.
Namun, sejauh yang kami tahu, sisa tulang santo itu tidak memiliki pengaruh istimewa bagi para pasangan yang sedang jatuh cinta.
Bukan Berawal dari Pagan
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak akademisi telah melakukan dekonstruksi terhadap Valentinus dan perayaan harinya dalam buku, artikel, dan unggahan blog.
Beberapa menyatakan bahwa perayaan modern ini upaya orang Kristen menutupi perayaan kuno Romawi, Lupercalia, pada pertengahan Februari.
Lupercalia berawal dari ritual dalam kultus maskulin pedesaan yang menyembelih kambing dan anjing, dan kemudian berkembang menjadi sebuah karnival urban.
Selama perayaan, laki-laki muda setengah telanjang belari melewati jalan-jalan di Roma, melecut-lecutkan cambuk dibuat dari kulit kambing yang baru saja dikorbankan.
Perempuan hamil menganggap ini akan membuat mereka melahirkan bayi yang sehat.
Namun, pada tahun 496 Masehi, Paus Gelasius diduga melarang festival gaduh tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!