Sang Penggagas 'Urban Farming'
📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 12:33 WIB | Oleh: Henri pelupessyAplikasi Sapa Mbak Ita merupakan layanan publik berbasis online untuk menyampaikan pengaduan, menyampaikan aspirasi dan berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kota Semarang.
Masyarakat bisa langsung akses ke aplikasi itu atau kanal-kanal yang kita luncurkan. Pengaduan, laporan, aspirasi dan lainnya bisa juga disampaikan melalui Sapa Mbak Ita.
Terdapat lima kanal yang diluncurkan oleh Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yakni SMS 1708, Twitter @sapambakita, website : sapambakita.lapor.go.id, WhatsApp 08121500512, dan aplikasi Sapa Mbak Ita yang bisa di-download melalui PlayStore.
Mba Ita dikenal sebagai Wali Kota penggagas urban farming, peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakatnya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kami mengajak warga untuk menanami lahan kosong dengan tanaman yang bernilai ekonomi, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Hal ini adalah komitmen pada upaya mewujudkan ketahanan pangan.
Saya menggagas program Urban Farming agar dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di sekolah, mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP. Melalui urban farming, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan ruang terbuka menjadi lahan hijau yang mampu menghasilkan produk pertanian. Urban farming dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi krisis pangan secara global yang didengungkan akan terjadi pada 2023 ini.
Selain membantu mengatasi krisis pangan, manfaat apa yang bisa diambil dari kegiatan urban farming?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kegiatan pertanian dapat menjadi sarana pendidikan karakter, seperti melatih kesabaran, rasa ingin tahu, team work, dan menjauhkan anak dari main ponsel. Dalam pertanian, semua butuh waktu, proses dan kesabaran sampai dapat di panen. Karakter inilah yang akan ditumbuhkan dan dilatih kepada anak-anak. Harapannya berawal dari anak-anak, kegiatan bertanam juga akan menular pada orang tua dan lingkungan sekitar.
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar tidak hanya dipenuhi dengan teori, melainkan diisi praktik yang bisa diimplementasikan di rumah sehingga lebih menyenangkan. Pemkot melalui Dinas Pertanian Kota Semarang juga akan menambahkan anggaran untuk dukungan bibit maupun pelatihan pembibitan. Saya optimistis, bertani akan ikut mencegah krisis pangan yang diproyeksikan terjadi di tahun ini.
Hasilnya nanti tidak hanya dinikmati untuk keluarga, hasil bertani urban farming mulai dari sayuran, beternak ikan, dan sejenisnya akan mengurangi pengeluaran keluarga. Bahkan jika ditekuni, hasilnya akan berlebih, dapat dijual dan menjadi penghasilan tambahan. Presiden sudah mewanti-wanti untuk masalah pangan yang berpotensi terjadinya inflasi serta krisis pangan. Sebagaimana disampaikan Presiden, ada empat bahan pangan pemicu inflasi, yaitu beras, telur, daging, dan tomat.Alhamdulillah dengan bertanam, kita tidak akan panik kalau ada harga cabai atau tomat melambung. Tinggal petik di pekarangan saja bisa dimasak.
Mba Ita menjadi Wali Kota perempuan pertama di Kota Semarang, bagaimana dengan program pemberdayaan perempuan?
Kepala daerah di Jawa Tengah banyak kaum perempuan sehingga membuat Ibu Megawati bangga dan menaruh harapan besar terhadap keberhasilan pembangunan di Jateng. Peran kaum perempuan ditingkatkan dalam pembangunan, salah satunya melalui keberadaan para lurah perempuan di Kota Semarang.
Saat ini, 64 persen lurah dari 177 kelurahan di Kota Semarang dijabat perempuan yang menunjukkan bagaimana peran perempuan dalam pembangunan. Dengan lurah-lurah perempuan ini, saya masih punya amunisi banyak sehingga kebijakan pro perempuan dan anak bisa lebih besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!