PBB: Kawasan Sub-Sahara Afrika adalah Pusat Baru Ekstremisme
📅 Kamis, 09 Feb 2023, 00:07 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Boko Haram di Nigeria dan cabangnya, ISIS di Provinsi Afrika Barat, telah berkembang pengaruhnya karena menggunakan uang untuk membujuk masyarakat miskin," kata Hassan Chibok, tokoh masyarakat di negara bagian Borno, Nigeria, di mana konflik terkonsentrasi, kepada kantor berita AP dalam wawancara terpisah.
Mereka yang meninggalkan kelompok ekstremis menyebut harapan yang tidak terpenuhi, terutama kurangnya tunjangan finansial yang berkelanjutan, dan tidak adanya kepercayaan di kalangan pemimpin ekstremis sebagai alasan untuk keluar kelompok.
"Riset menunjukkan bahwa mereka yang memutuskan untuk melepaskan diri dari ekstremisme lebih kecil kemungkinannya untuk bergabung kembali dan merekrut orang lain," kata laporan itu.
"Itu sebabnya mengapa sangat penting untuk menginvestasikan insentif yang memungkinkan orang melepaskan diri," kata Nirian Kiplagat, ahli UNDP dalam mencegah ekstremisme dengan kekerasan di Afrika.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Komunitas setempat memainkan peran penting dalam mendukung jalur keluar dari ekstremisme yang berkelanjutan, bersama dengan program amnesti pemerintah nasional," ujar dia.
Laporan UNDP itu merekomendasikan layanan dasar yang lebih baik, di antaranya kesejahteraan anak, pendidikan, dan mata pencaharian berkualitas untuk mencegah orang-orang secara sukarela bergabung dengan kelompok ekstremis. UNDP juga mendesak pembentukan lebih banyak kesempatan untuk keluar dari kelompok kekerasan itu serta investasi dalam rehablitasi dan layanan berbaur kembali yang berbasis komunitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!