Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mensos Sebut Transaksi Elektronik Menghemat Anggaran Pemerintah

📅 Kamis, 09 Feb 2023, 19:24 WIB | Oleh:
Mensos Sebut Transaksi Elektronik Menghemat Anggaran Pemerintah Doc: istimewa
Ket. Mensos Tri Rismaharini

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan transaksi elektronik dalam pengadaan barang dan jasa mampu menghemat anggaran pemerintah. Anggaran bisa dihemat sampai 30 persen, sehingga bisa digunakan untuk pengeluaran yang lebih penting.

"Transaksi elektronik mampu menghemat anggaran hingga 30 persen sehingga dana tersebut bisa dialokasikan ke pos pengeluaran yang lebih penting," ujar Risma, dalam Pembekalan Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2021 di Jakarta, Kamis (9/2).

Dia menekankan, pembenahan sistem pengadaan barang dan jasa sangat penting. Menurutnya, hal tersebut juga dapat dapat meminimalisir tindakan korupsi yang berujung ancaman pidana di masa depan.

"Meskipun kita sudah tidak menjabat, tapi kesalahan dalam pengadaan itu tetap dikejar. Makanya dari sekarang harus kita benahi," jelasnya.

Risma menyebut, baginya pengadaan barang dan jasa bukanlah barang baru. Sebelum memimpin Kemensos, dia telah merintis E-procurement saat masih menjadi ASN di Pemerintah Kota Surabaya.

Dia menjelaskan, E-procurement adalah pembelian barang/jasa dengan media elektronik. Penerapannya akan mengurangi interaksi antara panitia dengan vendor dan membuat semua proses pembelian menjadi lebih terbuka.

"Serta dapat dengan mudah diakses oleh para peserta tender. Aplikasi ini kemudian menjadi cikal bakal e-katalog yang digunakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP)," tandasnya.

Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP, Setya Budi Arijanta, menekankan, pengadaan barang dan jasa harus mampu meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, dan meningkatkan porsi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi. Hal tersebut tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022.

"Paling sedikit 40 persen nilai anggaran belanja barang dan jasa untuk menggunakan produk usaha mikro, kecil, dan koperasi dari hasil produksi dalam negeri," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.