Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Diaspora Indonesia Ogah Pulang ke Tanah Air, Ini Alasan Utamanya

📅 Kamis, 09 Feb 2023, 14:52 WIB | Oleh: Tim Penulis

Nasionalisme mereka terlihat dengan terbentuknya paguyuban-paguyuban seperti Madura, Minang, Aceh, Banyumasan, Ngapak, Islam NU, Muhammadiyah, dan seterusnya, untuk menebarkan kebangsaan dan kebudayaan Indonesia di luar negeri dalam semangat kosmopolitanisme, yakni menghargai yang berbeda bangsa; semakin kosmopolitan semakin nasionalis.

Di bidang pendidikan, ada manfaat tersendiri dari menetap di luar negeri bagi para profesional dan akademisi. Riset kolaborasi internasional dan kerja sama antarnegara yang sedang digalakkan akan mudah dilakukan jika kita mempunyai jaringan luas sesama warga negara Indonesia di luar negeri. hal ini dapat mendongkrak peringkat universitas di Indonesia.

Singkatnya, keputusan diaspora Indonesia untuk tidak kembali ke Indonesia justru meningkatkan identitas kebangsaannya. Jangan lupa bahwa citra Indonesia dibentuk dan ditentukan oleh para diaspora di luar negeri. Diaspora profesional dan berkeahlian memberi citra positif bagi Indonesia di mata bangsa lain. Hal ini bisa menjadi bagian dari misi diplomasi publik Indonesia.

Kita bisa belajar dari Cina dan India, yang kini warganya banyak menetap di luar negeri dan berhasil. Dosen, peneliti, direktur perusahaan (CEO), maupun kelas pekerja di dunia banyak didominasi oleh bangsa India dan Cina. Adanya China Town adalah salah satu bukti bahwa bangsa Cina bisa mempunyai wilayah 'negerinya sendiri' di negara mana pun, tanpa perlu angkat senjata untuk menjajah.

Warga Cina dan India memiliki sikap nasionalis-kosmopolitan, sehingga mereka bisa berkontribusi untuk dunia sekaligus bermanfaat bagi negerinya. Mereka menjadi mendunia sehingga mengangkat citra bangsa India dan Cina.

Mengubah Paham Sempit tentang Membangun Bangsa

Masih banyak kesadaran sempit para pejabat pemerintah, masyarakat dan ruang publik di Indonesia tentang diaspora Indonesia dan para penerima beasiswa, terutama beasiswa yang didanai oleh APBN.

Karena memakai pajak negara, mereka dituntut untuk pulang. Padahal para penerima beasiswa adalah pahlawan pendidikan dan aset jaringan yang secara jangka panjang dapat membangun bangsa dan negara.

Pemerintah seharusnya mendukung penerima beasiswa dan para diaspora Indonesia untuk tetap berkiprah di luar negeri guna memperluas jaringan, meningkatkan ekonomi Indonesia, menumbuhkan nasionalis (solidaritas) di luar negeri, dan menaikkan harga diri bangsa dengan "ekspor" pekerja yang cerdas dan skillful.

Singkat kata, jika dapat lebih memberi manfaat bagi Indonesia dari luar negeri, mengapa harus pulang?

Hidup hidupilah Indonesia, tetapi tidak perlu hidup di Indonesia. Menjadi warga negara Indonesia di luar negeri yang produktif dan bermanfaat justru lebih baik daripada menjadi beban di dalam negeri.The Conversation

Musa Maliki, Assistant professor, UPN Veteran Jakarta

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.