Banyak Diaspora Indonesia Ogah Pulang ke Tanah Air, Ini Alasan Utamanya
📅 Kamis, 09 Feb 2023, 14:52 WIB | Oleh: Tim PenulisIni semua terjadi karena penghargaan Indonesia terhadap berbagai jenis pekerjaan, mulai dari petugas kebersihan sampai dosen, sangat rendah. Sistem penggajian di Indonesia juga lebih kapitalistik, timpang dan tidak jelas, dibandingkan di negara lain seperti Australia dan Brunei.
Pada akhirnya, berbagai kontribusi para diaspora ini juga mampu mengikis stigma Indonesia di mata warga negara lain.
Dari beberapa contoh di atas itu, saya tidak bermaksud menggeneralisasi, tetapi bermaksud menunjukkan fakta dengan riset kualitatif.
Kawan saya, sang dosen, bercerita bahwa dia pernah ditanya "Kerja di mana?" oleh seorang Melayu dalam jamuan makan malam elit di Brunei. Lalu kawan saya menjawab, "dosen di Universiti Brunei Darussalam (UBD)".
Sebaiknya Anda baca juga:
Si penanya itu kaget dan tidak percaya, "masa ada orang Indonesia menjadi dosen di UBD?".
Kekagetan tersebut muncul karena kentalnya citra bangsa Indonesia sebagai eksportir pekerja domestik (pembantu rumah tangga, supir, dan tukang kebun).
Di negara lain, termasuk di negara-negara tetangga di Asia Tenggara, warga Indonesia masih memiliki citra sebagai negara asal pekerja di sektor informal dan kelas bawah. Akibatnya, banyak dari warga Indonesia diperlakukan rendah dan hina seperti budak-budak di jaman kolonial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini diperparah dengan banyaknya pekerja migran Indonesia yang masuk melalui jalur ilegal.
Menjadi Nasionalis-Kosmopolitan
Di dunia yang semakin mengglobal saat ini, kesadaran nasionalisme sudah seharusnya berubah ke arah kosmopolitanisme. Ini sangat erat hubungannya dengan identitas kebangsaan (budaya).
Konsep kosmopolitan justru bisa mendorong penghargaan atas keberagaman identitas (budaya) bangsa yang berbeda-beda. Sementara, konsep nasionalisme berperan memperkuat identitas kebangsaan dalam lingkungan yang kosmopolit.
Kedua prinsip ini dapat berjalan beriringan dan saling menopang, tidak saling meniadakan.
Diaspora Indonesia sebagai yang kosmopolit, misalnya, dapat memberi remitansi dan bantuan sosial-kemanusiaan ke wilayah Indonesia. Banyak diaspora Indonesia di Australia dan Brunei yang selalu mengirim uang ke Indonesia untuk alasan apa pun - keluarga, bisnis, bantuan kemanusiaan, maupun perayaan besar. Ada pula yang membuka lapangan pekerjaan di Indonesia dengan modal dan aset yang mereka dari pekerjaan di luar negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!