Tiongkok Protes Keras AS Tembak Jatuh Balon Udaranya
📅 Minggu, 05 Feb 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisAlih-alih menanggapi dengan "menahan diri," kata Kemlu Tiongkok dalam pernyataannya, "Amerika Serikat bersikeras menggunakan kekuatan, jelas bereaksi berlebihan."
"Tiongkok akan dengan tegas melindungi hak dan kepentingan yang sah dari perusahaan terkait dan berhak melakukan tanggapan lebih lanjut yang diperlukan," bunyi pernyataan itu.
Balon itu pertama kali memasuki wilayah udara AS di atas Alaska pada 28 Januari, kata pejabat Pentagon kepada wartawan pada Sabtu (4/2), sebelum melayang di atas Kanada dan kemudian kembali ke AS beberapa hari kemudian.
Ini bukan pertama kalinya dalam sejarah pesawat seperti itu terbang di atas wilayah AS, kata pejabat pertahanan senior. Meskipun ini adalah waktu terlama yang dihabiskan di negara itu.Tiga balon terlihat selama kepresidenan Donald Trump dan satu lagi sebelumnya di pemerintahan Biden.
Sebaiknya Anda baca juga:
Biden mengatakan kepada wartawan, pada Rabu dia memerintahkan pesawat itu ditembak jatuh "sesegera mungkin".
"Mereka memutuskan - tanpa merusak siapa pun di lapangan ... bahwa waktu terbaik untuk melakukannya adalah saat melewati air," kata Biden.
Menurut pejabat pertahanan senior, militer memastikan pesawat itu bukan ancaman besar bagi AS selama penerbangannya, dan "penerbangan balon pengintai di wilayah AS bernilai intelijen bagi kami," katanya tanpa memberikan rincian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Balon Melintasi Lima Benua
Tim sudah bekerja untuk memulihkan sisa-sisa balon, kata seorang pejabat militer senior, Sabtu.
Balon udara terbang di atas barat laut Amerika Serikat - termasuk Montana - yang merupakan rumah bagi pangkalan udara dan rudal nuklir strategis di silo bawah tanah.
"Kami yakin (balon) itu berusaha memantau situs militer yang sensitif," kata pejabat senior pertahanan itu.
Anggota parlemen dari Partai Republik dengan cepat memanfaatkan insiden balon itu, dengan menyebut Biden lemah.
Pada Sabtu sore, Administrasi Penerbangan Federal telah membuka wilayah udara di lepas pantai Carolina, setelah tiga bandara ditutup sementara karena adanya upaya "keamanan nasional".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!