Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertanian Pangan Kita Melawan Alam

📅 Sabtu, 04 Feb 2023, 09:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pertanian Pangan Kita Melawan Alam Doc: ISTIMEWA
Ket. Dr. Saptarining Wulan Pakar Diversifikasi Pangan dan Dosen Gastronomi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti

Bangsa Indonesia memiliki anugerah kekayaan alam dengan keanekaragaman hayati yang besar. Indonesia memiliki vegetasi alam hutan hujan tropis (tropical rain forest) dan memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Di dalam vegetasi hutan hujan tropis memiliki sekitar 480 spesies per hektare.

Jadi kalau kita masuk ke dalam hutan hujan tropis, kita akan menemukan berbagai macam spesies, seperti aneka pohon buah-buahan: rambutan, durian, duku, kelengkeng, manggis, mangga, petai, jengkol; aneka pohon kayu-kayuan, seperti jati, mahoni, sonokeling, meranti; aneka tanaman yang menyimpan karbohidrat seperti sagu, sorghum, padi hutan, dan aneka umbi-umbian.

Selain itu juga ditemukan aneka tumbuhan untuk minuman dan juga untuk obat-obatan terutama herbal. Berbeda dengan vegetasi prairi yang banyak ditemukan di Amerika, Eropa, dan Australia.

Vegetasi prairi banyak tumbuh tanaman high grass, seperti: gandum, padi, jagung, rye, amaranth, quinoa, oat, tebu, bunga matahari, kedelai. Di dalam vegetasi prairi, ditemukan sekitar 6-10 spesies per hektare.

Namun, dalam hal jumlah sangat jauh berbeda antara vegetasi hutan hujan tropis dan prairi. Kalau di vegetasi Hutan Hujan Tropis dalam satu hektar memiliki banyak spesies, namun masing-masing spesies jumlahnya sedikit.

Hal ini yang sering disebut dengan polikultur, sedangkan di dalam vegetasi prairi, jumlah spesiesnya sedikit, akan tetapi masing-masing spesies tersebut memiliki jumlah yang sangat melimpah. Hal ini yang biasa disebut monokultur.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang potensi keanekaragaman pangan demi menjaga ketahanan pangan di negeri kita, wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini, mewawancarai Dr Saptarining Wulan, pakar diversifikasi pangan dan juga Dosen Gastronomi Sekolah Tinggi Pariwisata Trisaksi. Berikut petikannya.

Kenapa ketahanan pangan itu harus dijaga?

Karena pangan itu sangat vital, menyangkut ketahanan nasional. Urusan perut, apabila kita lapar, itu sangat sensitif dan mudah untuk terpancing kerusuhan. Makanya, untuk menjaga keamanan nasional, ketahanan nasional maka kondisi masyarakat tidak boleh ada kelaparan. Masyarakat harus terpenuhi terutama makanan pokoknya, perutnya harus kenyang supaya tidak mudah terpancing kerusuhan.

Ada ketahanan pangan dan ada kedaulatan pangan. Bisa dijelaskan apa bedanya?

Ada perbedaan antara ketahanan pangan dan kedaulatan pangan, meskipun sama-sama tujuannya yaitu mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri, namun untuk ketahanan pangan dalam mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri, produk komoditas pangannya dapat dicukupi berasal dari dalam negeri dan luar negeri (impor). Nah, untuk kedaulatan pangan, pemenuhan kebutuhan pangan berasal dari produk komoditas dalam negeri saja, tidak ada impor.

Bagaimana Anda melihat pembangunan pertanian kita, apakah sudah on the track?

Pembangunan pertanian kita ini melawan alam. Sampai saat ini, makanan pokok kita mayoritas masih sangat tergantung dengan padi. Seperti yang sudah saya sampaikan di awal tadi bahwa padi adalah salah satu jenis tanaman high grass yang tumbuh subur di vegetasi prairi, monokultur. Padahal, vegetasi alam kita adalah hutan hujan tropis, polikultur. Kita ubah vegetasi alam kita dari hutan hujan tropis (polikultur) ke prairi (high grass, monokultur).

Apa yang terjadi dengan kondisi pertanian melawan alam seperti itu?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

14 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.