Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pentagon Lacak Kehadiran Balon Udara Mata-mata Tiongkok di Atas Wilayah AS

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 10:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pentagon Lacak Kehadiran Balon Udara Mata-mata Tiongkok di Atas Wilayah AS Doc: istimewa
Ket. Markas besar Pentagon.

WASHINGTON - Pentagon mengatakan pada Kamis (2/2) bahwa pihaknya sedang melacak balon mata-mata Tiongkok yang terbang tinggi di atas Amerika Serikat yang tampaknya mengawasi situs senjata nuklir yang sangat sensitif.

Atas permintaan Presiden Joe Biden, Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan pejabat tinggi militer mempertimbangkan untuk menembak jatuh balon tersebut, namun memutuskan untuk membatalkan mengingat akan membahayakan orang di bawahnya, kata seorang pejabat senior pertahanan kepada wartawan.

Pejabat itu mengatakan balon itu terbang di atas barat laut AS di mana terdapat pangkalan udara sensitif dan rudal strategis di silo bawah tanah.

"Jelas, maksud dari balon ini adalah untuk pengawasan, dan jalur penerbangan saat ini membawanya ke sejumlah situs sensitif," kata pejabat tersebut yang berbicara tanpa menyebut nama.

Tetapi Pentagon tidak percaya itu merupakan ancaman intelijen yang sangat berbahaya.

"Kami menilai balon ini memiliki nilai aditif yang terbatas dari sudut pandang pengumpulan intelijen," kata pejabat tersebut.

Balon memasuki wilayah udara AS "beberapa hari yang lalu," kata pejabat itu. Intelijen AS telah melacaknya jauh sebelum itu.

Setelah Biden menanyakan apa opsi untuk menghadapinya, pada Rabu, Austin yang berada di Filipina mengadakan diskusi dengan pejabat tinggi Pentagon.

Tetapi keputusan Pentagon adalah "tidak mengambil tindakan kinetik karena risiko keselamatan dan keamanan orang-orang di lapangan dari kemungkinan puing-puingnya," kata pejabat itu.

Balon itu terbang pada ketinggian yang cukup tinggi dan tidak mengancam penerbangan komersial, tambah pejabat itu.

Tiongkok telah mengirim balon pengintai ke Amerika Serikat di masa lalu.

Namun, yang satu ini lebih lama berada di wilayah udara AS, kata pejabat itu.

"Namun demikian, kami mengambil langkah-langkah untuk melindungi dari intelijen asing yang mengumpulkan informasi sensitif," kata pejabat itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.