Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jadi Biksuni, Bocah Pewaris Bisnis Berlian Timbulkan Kontroversi di India

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 19:50 WIB | Oleh:
Jadi Biksuni, Bocah Pewaris Bisnis Berlian Timbulkan Kontroversi di India Doc: BBC/RUPESH SONAWANE
Ket. Devanshi Sanghvi

DELHI - Berbalut sari berwarna putih, bocah delapan tahun itu bertelanjang kaki dan pergi dari satu pintu ke pintu lainnya untuk mencari sedekah. Penyebabnya, sejak pekan lalu, Devanshi, sulung dari dua putri Dhanesh dan Ami Sanghvi, meninggalkan keduniawian dan menjadi biksuni.

Keluarga Sanghvi termasuk di antara 4,5 juta umat Jain yang mengikuti Jainisme - salah satu agama tertua di dunia, yang berasal dari India lebih dari 2.500 tahun yang lalu.

Para pemuka agama Jainisme mengatakan jumlah umat Jain yang meninggalkan dunia material telah meningkat pesat selama bertahun-tahun, meskipun kasus yang melibatkan anak-anak semuda Devanshi jarang terjadi.

Devanshi mengucapkan diksha - sumpah pelepasan di hadapan biksu-biksu senior Jain - yang dihadiri puluhan ribu orang. Upacara itu berlangsung pada Rabu (18/1) lalu di Kota Surat di Negara Bagian Gujarat, India.

Ditemani oleh orang tuanya, dia tiba di lokasi acara dengan mengenakan sutra halus dan mahkota bertatahkan berlian. Usai upacara, dia berdiri bersama para biksuni lainnya, mengenakan sari putih yang juga menutupi kepalanya yang gundul.

Sejak itu, Devanshi tinggal di Upashraya - sebuah biara tempat tinggal biksu dan biksuni Jain.

"Dia tidak bisa lagi tinggal di rumah, orang tuanya bukan lagi orang tuanya. Sekarang dia adalah seorang Sadhvi [seorang biksuni]," kata Kirti Shah, seorang pedagang berlian yang berbasis di Surat, yang merupakan teman keluarga dan juga politisi lokal Partai Bharatiya Janata.

"Kehidupan seorang biksu Jain benar-benar keras. Dia sekarang harus berjalan ke mana-mana, dia tidak akan pernah bisa naik transportasi apa pun, dia akan tidur di atas seprai putih di lantai dan tidak bisa makan setelah matahari terbenam," imbuh dia.

Keluarga Sanghvi masuk ke satu-satunya sekte Jain yang menerima biksu anak-anak, tiga lainnya hanya menerima biksu dewasa. Orang tuanya dikenal sangat religius dan media India mengutip teman-teman dari keluarganya yang mengatakan bahwa gadis itu memperlihatkan ketertarikan terhadap kehidupan spiritual sejak dia masih balita.

"Devanshi tidak pernah menonton televisi, film, atau pergi ke mal dan restoran," tulis Times of India. "Sejak usia muda, Devanshi berdoa tiga kali sehari dan bahkan berpuasa di usia dua tahun," imbuh surat kabar itu.

Sehari sebelum upacara pelepasannya, keluarganya mengadakan prosesi perayaan besar-besaran di Surat. Ribuan orang menyaksikan upacara tersebut yang dimeriahkan sejumlah unta, kuda, gerobak sapi, penabuh genderang, pria-pria bersorban yang membawa kanopi berjalan di jalanan, para penari, serta penampil yang menggunakan egrang.

Devanshi dan keluarganya duduk di kereta yang ditarik gajah, sementara orang-orang melemparkan kelopak mawar ke arah mereka.

Prosesi lainnya juga diselenggarakan di Mumbai dan Kota Antwerp di Belgia, tempat keluarga Sanghvi berbisnis.

Picu Perdebatan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.