Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Populasi Tiongkok Menyusut, Hasil dari Gagalnya Program KB

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Populasi Tiongkok Menyusut, Hasil dari Gagalnya Program KB Doc: EPA-EFE/Alex Plavevsky
Ket. Keluarga di Tiongkok kini bisa memiliki lebih dari satu anak, namun populasinya masih terus menurun.

Christina Maags, University of Sheffield

Untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, populasi Cina menurun dan diperkirakan akan berkurang setengahnya pada akhir abad ini.

Setelah penurunan selama beberapa tahun, saat ini Cina telah memasuki era, yang disebut oleh pejabat pemerintahnya sebagai, "pertumbuhan populasi negatif", dengan tingkat kelahiran nasional mencapai rekor terendah. Angkanya sebesar 6,77 kelahiran per 1.000 orang.

Cina telah lama menjadi negara terpadat di dunia. Terlepas dari tahun-tahun masa kelaparan (sekitar 1959-61) yang disebabkan oleh kampanye politik industrialisasi "Great Leap Forward" (Lompatan Jauh ke Depan), populasi Cina meningkat pesat selama beberapa dekade terakhir.

Pertumbuhan populasi Cina yang cepat mulai melambat mulai tahun 1970-an, ketika pemerintah memperkenalkan program keluarga berencana karena mengkhawatirkan overpopulasi. Langkah yang berdampak paling luas adalah kebijakan satu anak (one-child policy) - diadopsi pada tahun 1980. Kebijakan ini yang membatasi setiap rumah tangga untuk hanya memiliki satu anak (dengan pengecualian untuk anggota etnis minoritas, rumah tangga di pedesaan, dan anak dari dua anak tunggal).

Menurut logika pemerintah Cina saat itu, pengurangan pertumbuhan penduduk akan membuat sumber daya langka - yang dibutuhkan untuk meningkatkan taraf hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi - lebih mudah didapat. Laju pertumbuhan populasi Cina kemudian melambat selama beberapa dekade. Sekarang, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, populasinya bahkan mulai menyusut.

Namun, masih tidak jelas dan menjadi subjek perdebatan perihal apakah populasi Cina benar-benar telah mencapai puncaknya, serta kapan dan seberapa cepat penyusutan ini. Prospek Populasi Dunia Perserikatan Bangsa Bangsa (the UN World Population Prospects) 2022 pada awalnya memperkirakan populasi Cina baru akan menurun sekitar tahun 2030.

Sumber data mengenai populasi Cina dikenal tidak dapat diandalkan dan sangat bervariasi, tergantung pada siapa yang menghitungnya. Menurut Badan Statistik Nasional Cina, negeri panda itu berpenduduk 1,4117 miliar jiwa pada akhir 2022. Angka tersebut menurun jika dibandingkan dengan 1,4126 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, data dari United Nations Population Fund memperkirakan jumlah populasi di Cina mencapai 1,4485 miliar. Sementara itu, data World Population Review memperkirakan 1,426 miliar populasi.

Perbedaan mengenai proyeksi tren populasi ini didasarkan pada asumsi dan sumber data yang berbeda. Ini mengarah ke harapan yang berbeda tentang bagaimana masyarakat Cina akan berkembang dari waktu ke waktu.

Semakin maju proyeksi ini dibuat, semakin sulit jadinya. Banyak faktor yang mempengaruhi bagaimana tingkat kesuburan meningkat selama dekade terakhir ini - apalagi setengah abad. Jadi, prediksi bahwa populasi Cina akan berkurang setengahnya pada tahun 2100 perlu dipahami dengan hati-hati. Ini karena prediksi-prediksi tersebut bergantung pada asumsi tentang bagaimana perkembangan masyarakatnya.

Kegagalan pemerintah

Selama beberapa dekade, pemerintah Cina berusaha aktif mengelola perkembangan populasi dengan mempengaruhi tingkat kesuburan. Setelah kebijakan satu anak berhasil menurunkan tingkat kesuburan di Cina(sebesar 1,3 pada tahun 2020), kebijakan ini berakhir pada 2016. Pemerintah kemudian mengizinkan keluarga memiliki dua anak, kemudian tiga anak.

Pemerintah juga mulai mendukung kesejahteraan keluarga dengan cara lain, misalnya dengan mempromosikan cuti melahirkan yang lebih panjang dan pemberian insentif pajak bagi yang memiliki anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.