Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membangun Lingkungan Belajar yang Inklusif

📅 Senin, 30 Jan 2023, 18:42 WIB | Oleh:
Membangun Lingkungan Belajar yang Inklusif Doc: Istimewa
Ket. Workshop strategi pembelajaran berbasis universal design for learning di Universitas Lambung Mangkurat.

YOGYAKARTA - Faktor yang menyebabkan lingkungan kelas inklusif di antaranya keragaman tingkat intelektual dan sosial mahasiswa yang tidak terakomodir. Oleh karenanya dosen perkuliahan memberikan ruang untuk berbagai ragam kemampuan latar belakang mahasiswa.

Dosen perlu mengintegrasikan pengalaman mahasiswa sebelumnya dalam pembelajaran dan mengakomodir keragaman kemampuan mahasiswa. Kualitas interaksi dosen-mahasiswa, interaksi antar mahasiswa serta cara ekspresi dosen baik menyemangati atau menghukum, kemauan belajar mahasiswa, kemauan meminta bantuan (terutama mahasiswa baru) merupakan faktor yang berdampak pada iklim belajar.

Yang perlu dihindari adalah microagressions yaitu perlakukan tidak nyaman dari teman maupun dosen pada individu yang marginal di kelas, atau hal yang sehari-hari dianggap remeh, yang kita tidak sadar menjadikan mahasiswa kita merasa 'direndahkan'.

Hal ini dikatakan dosen prodi pendidikan luar biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Pujaningsih dalam workshop strategi pembelajaran berbasisuniversal design for learningdi Universitas Lambung Mangkurat.

Menurut siaran persnya, Pujaningsih Lebih lanjut dikatakan bahwa mengenal mahasiswa dan bagaimana keunikan mereka diakui di kelas adalah keniscayaan. "Mahasiswa waspada, fokus pada ancaman terhadap perasaan mereka, merasa bukan bagian dari kelas dan fokus rendah terhadap belajar karena kurikulum yang tidak sesuai dengan kebutuhan mahasiswa," katanya, Senin (30/1).

Sebaiknya dosen dengan sengaja merancang keterlibatan keberagaman mahasiswa sehingga individualitas mahasiswa dihargai dan perspektif mahasiswa yang beragam disertakan di kelas. Dan untuk menghindari microagressions adalah dengan mengenali dan mereflesikan bias dalam interaksi dan perilaku, memahami pemicu bagi kita (apa yang membuat tidak nyaman dan kenapa) serta fokus untuk membangun norma kelas secara kolaboratif dengan dialog.

Sedangkan Nur Azizah, menyampaikan hambatan disabilitas yang kemungkinannya ada di perguruan tinggi meliputi hambatan penglihatan (tunanetra), hambatan pendengaran (tunarungu), hambatan fisik (tunadaksa), kesulitan belajar (learning disability), gangguan emosi dan tingkah laku (tuna laras), gangguan perhatian (ADD/ADHD), Autism Syndrome Disorder (ASD) atau disabilitas mental.

Dosen prodi pendidikan luar biasa FIP UNY itu mengungkapkan model pemrosesan informasi tiap difabel berbeda-beda tergantung disabilitasnya. Individu dengan hambatan penglihatan menerima input informasi melalui suara dan diolah dalam memori lalu keluar outputnya dalam bentuk verbal suara. Sedangkan hambatan pendengaran distimulus melalui penglihatan diolah dalam memori lalu keluar dalam bentuk tulisan.

Workshop ini merupakan kerjasama antara PS PKH Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat dengan AEIF(Alumni Engagement Innovation Fund)melalui programImproving Acces of Universal Design for Learning in Higher Institutions with Students with Disabilitiesyang didanai oleh Amerika Serikat melalui kedutaan Amerika Serikat (AS) Untuk Indonesia(U.S. Embassy).

Deputi Urusan Kebudayaan Kedutaan Besar AS(Assistant Cultural Affairs Officer of U.S. Embassy)Mary Trechock menyampaikan kedutaan besar AS memiliki komitmen kuat untuk bekerja sama dengan Indonesia terutama di bidang pendidikan.

"Pemerintah AS mendukung penuh program ini karena tujuan program ini sejalan dengan nilai dan tujuan Undang-Undang Hak-Hak Sipil yang melarang diskriminasi terhadap individu penyandang disabilitas(American with Disabilities Acts). Kami percaya program ini tepat dan bermanfaat bagi semua untuk menciptakan akses bagi mahasiswa berkebutuhan khusus," ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti 53 peserta luring dan 18 peserta daring yang berada di ruang zoom dari 33 perguruan tinggi di Kalimantan Selatan dan Yogyakarta. Dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie didampingi Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM, Chairil Faif Pasani.

Latar belakang kegiatan ini yaitu terbukanya akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas sesuai Peraturan Menristekdikti No. 46 Tahun 2017 tentang Pendidikan Khusus dan Layanan Pendidikan Khusus.

Keluarnya aturan itu memungkinkan masuknya mahasiswa disabilitas untuk belajar di kampus, dan kampus harus menyiapkan diri menerima lalu menjalankan suatu desain pendidikan yang sesuai bagi mereka serta sesuai pula bagi mahasiswa umum lainnya. Dengan demikian diperlukanlah desain pendidikan universal yang bisa mengakomodir semuanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.