Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLB Tenjo karena Kurang Imunisasi

📅 Sabtu, 28 Jan 2023, 04:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
KLB Tenjo karena Kurang Imunisasi Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor, dr Agus Fauzi di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/1).

BOGOR - Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor, dr Agus Fauzi, menjelaskan kejadian luar biasa (KLB) campak di wilayah Tenjo karena imunisasi tahun 2022 tidak mencapai target. Saat ini disinyalemen terdapat 18 kasus campak.

"Capaian imunisasi Tenjo di bawah 95 persen cakupan imunisasinya, baru 83 persen," katanya. Padahal, menurutnya, untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity dari serangan campak yang bersumber dari virus, idealnya imunisasi tiap wilayah mencapai 95 persen. Agus menjelaskan bahwa tak tercapainya target imunisasi Tenjo bukan tanpa alasan. Sebab, saat itu seluruh tenaga kesehatan disibukkan dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Kemarin fokus pandemi. Jadi, hampir secara keseluruhan terjadi penurunan angka imunisasi dasar, termasuk campak," jelas Agus. Dia menjelaskan bahwa KLB 18 kasus campak di wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor, terjadi bulan Juli 2022. Saat ini sudah selesai.

Dinkes Kabupaten Bogor, kata dia, awalnya menerima informasi adanya empat kasus campak di Tenjo. Kemudian, dia langsung menerjunkan tim surveilans mengingat penyakit tersebut dapat menular sangat cepat. Hasil kroscek lapangan, kata Agus, Dinkes Kabupaten Bogor menemukan 18 kasus terkonfirmasi campak di lingkungan yang sama.

Saat itu pula, dinkes menetapkan status KLB. Di alalu mengirim surat kepada Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor. "Kami laporkan Juli 2022 ke Plt bupati. Kasusnya berpotensi KLB," papar Agus. Menurutnya, beberapa upaya yang dilakukan kepada 18 penderita campak berupa penanganan melalui puskesmas setempat. Satu di antaranya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang.

"Tidak ada satu pun kasus kematian. Kemudian kami juga melakukan upaya terkait dengan penatalaksanaan karena campak bisa dicegah dengan imunisasi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.