Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korea Utara Lockdown Pyongyang Akibat 'Penyakit Pernapasan'

📅 Kamis, 26 Jan 2023, 10:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korea Utara Lockdown Pyongyang Akibat 'Penyakit Pernapasan' Doc: AFP/KCNA
Ket. Foto yang dirilis oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada 2 Juli 2022 menunjukkan petugas tengah menyemprotkan disinfektan di sebuah toko di Pyongyang untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

JAKARTA - Pihak berwenang di ibu kota Korea Utara, Pyongyang, telah memerintahkan penutupan wilayah (lockdown) selama lima hari karena meningkatnya jumlah kasus penyakit pernapasan yang tidak disebutkan, demikian dilaporkan oleh kantor berita NK News yang berbasis di Seoul pada Rabu (25/1) mengutip pemberitahuan pemerintah.

Menurut NK News, yang memantau situasi di Korea Utara, pemberitahuan tersebut tidak menyebutkan soal Covid-19 tetapi mengatakan bahwa penduduk di kota itu wajib tinggal di rumah sampai akhir Minggu dan harus melakukan pemeriksaan suhu beberapa kali setiap hari.

Pada Selasa (24/1), situs berita tersebut melaporkan bahwa penduduk Pyongyang tampaknya menimbun barang untuk mengantisipasi tindakan yang lebih ketat. Tidak jelas apakah daerah lain di negara itu telah memberlakukan penutupan wilayah baru.

Korea Utara membenarkan soal adanya wabah Covid-19 yang pertama di negara tersebut pada tahun lalu, tetapi pada Agustus, pemerintah menyatakan kemenangan melawan virus tersebut.

Negara yang tertutup itu tidak pernah mengonfirmasi berapa banyak orang yang tertular Covid. Hal tersebut tampaknya disebabkan karena negara itu kekurangan sarana untuk melakukan pengujian secara luas.

Sebaliknya, Korea Utara melaporkan jumlah pasien demam setiap harinya, di mana jumlahnya terus naik hingga mencapai sekitar 4,77 juta, dari total populasi negara tersebut yang mencapai sekitar 25 juta. Tetapi, Korea Utara belum melaporkan kasus seperti itu sejak 29 Juli tahun lalu.

Media pemerintah terus melaporkan tindakan anti-pandemi yang dilakukan untuk memerangi penyakit pernapasan, termasuk flu, tetapi belum melaporkan perintah lockdown.

Pada Selasa, kantor berita pemerintah negara itu, KCNA, mengatakan Kota Kaesong di dekat perbatasan dengan Korea Selatan, telah meningkatkan kampanye komunikasi publik "sehingga semua pekerja mematuhi peraturan anti-epidemi secara sukarela dalam pekerjaan dan kehidupan mereka."

Tidak jelas apakah daerah lain telah memberlakukan penguncian serupa dan media pemerintah belum mengumumkan tindakan baru apa pun.

Para ahli menyarankan bahwa kota terbesar di Korea Utara itu kemungkinan sedang menghadapi kemunculan kembali Covid.

"Covid menghilang dan muncul kembali tergantung pada suhu, tidak hanya di Korea Utara tetapi di seluruh dunia," kata Go Myong-hyun, seorang peneliti di Asan Institute for Policy Studies.

Semenanjung Korea saat ini berada dalam cengkeraman apa yang oleh para peramal cuaca digambarkan sebagai hawa dingin Siberia, dengan suhu di Pyongyang turun hingga -22 derajat Celcius.

"Masih terlalu dini bagi Korea Utara untuk merayakan kemenangannya atas virus... dengan penurunan suhu, Covid telah muncul kembali," kata Go kepada AFP.

"Korea Utara pasti sudah mempersiapkannya sampai batas tertentu, tetapi tampaknya virus itu muncul kembali sedikit lebih cepat dari yang mereka kira."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

25 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.