Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Brazil Pecat Panglima Militer Pasca Kerusuhan Anti-pemerintah

📅 Minggu, 22 Jan 2023, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Brazil Pecat Panglima Militer Pasca Kerusuhan Anti-pemerintah Doc: VOA/Reuters
Ket. Presiden Brazil Luiz Inacio Lula di Silva sehari setelah penyerbuan gedung-gedung pemerintah di Brasilia (9/1).

BRASILIA - Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva memecat Panglima Militer Julio Cesar de Arruda, setelah kerusuhan awal Januari lalu oleh para pendukung mantan presiden Jair Bolsonaro, kata sumber-sumber militer kepada AFP pada Sabtu (21/1).

Mengutip VOA, Arruda baru memegang jabatan itu 30 Desember lalu, dua hari sebelum berakhirnya masa pemerintahan Bolsonaro, dan dikonfirmasi oleh pemerintahan Lula pada awal Januari.

Ia akan digantikan oleh komandan militer dari tenggara Brazil, Tomas Ribeiro Paiva, demikian laporanGloboNews.

Arruda sendiri ikut serta dalam pertemuan pertama Lula dengan petinggi militernya pada Jumat. Keduanya tidak membuat pernyataan apapun di akhir pertemuan itu.

Langkah itu diambil beberapa hari setelah Lula memecat puluhan tentara dari pasukan pengamanannya menyusul kerusuhan tersebut.

Pada 8 Januari lalu, para pendukung Bolsonaro menyerbu istana kepresidenan, Mahkamah Agung dan Kongres di Brasilia. Mereka memecahkan jendela dan merusak perabot, menghancurkan berbagai karya seni bernilai tinggi, serta mencorat-coret dinding dengan pesan grafiti yang menyerukan kudeta militer.

Lula sempat mengatakan ia curiga pasukan keamanannya terlibat dalam kerusuhan itu. Lebih dari 2.000 orang ditangkap dalam kerusuhan tersebut. Presiden berhaluan kiri itu mengumumkan "peninjauan mendalam" terhadap lingkungan di sekitarnya.

Menyusul pertemuan dengan Lula dan para petinggi militer hari Jumat, Menteri Pertahanan Brazil Jose Mucio mengatakan bahwa "tidak ada keterlibatan langsung angkatan bersenjata." Namun, dia menambahkan bahwa "jika ada elemen militer yang terlibat, mereka harus bertanggung jawab sebagai warga negara."

Para pengamat mengatakan hubungan dengan angkatan bersenjata akan menjadi tantangan Lula yang terbesar mengingat kehadiran unsur militer yang signifikan dalam pemerintahan Bolsonaro.

Pada hari Rabu, Paiva berjanji bahwa pasukan militer "akan terus menjamin demokrasi" dan mengatakan bahwa hasil pemilihan umum harus diterima. Lula mengalahkan Bolsonaro dalam pemilu itu.

"Ketika kita memilih (dalam pemilu), kita harus menghormati hasil pemungutan suara," katanya dalam sebuah pidato, yang cuplikannya dapat disaksikan pada situs berita G1.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.