Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Studi: Penyakit Alzheimer secara Genetik Terhubung dengan Kesehatan Usus

📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Hasil Studi: Penyakit Alzheimer secara Genetik Terhubung dengan Kesehatan Usus Doc: ISTIMEWA
Ket. Terapi untuk penyakit alzheimer mungkin melibatkan seluruh pertukaran darah.

PERTH - Studi pertama di dunia oleh Edith Cowan University (ECU) telah mengonfirmasi hubungan antara orang dan gangguan usus, mungkin berisiko lebih besar terkena penyakit alzheimer (alzheimer disease). Temuan ini dapat mengarah pada deteksi dini dan potensi cara pengobatan baru.

Dilansir oleh The Brighter Side, penyakit alzheimer mampu menghancurkan ingatan dan kemampuan berpikir menjadi bentuk demensia yang paling umum.

Tidak ada perawatan kuratif yang diketahui dan diperkirakan akan mempengaruhi lebih dari 82 juta orang dan menelan biaya dua triliun dollar AS pada 2030.

Studi observasi sebelumnya telah menyarankan hubungan antara penyakit alzheimer dan gangguan saluran pencernaan, tetapi apa yang mendasari hubungan ini belum jelas, sampai sekarang.

Pusat Kesehatan Presisi ECU kini telah memberikan wawasan baru tentang hubungan ini dengan mengonfirmasi hubungan genetik antara penyakit alzheimer dan berbagai gangguan usus.

Studi ini menganalisis sejumlah besar data genetik dari penyakit alzheimer dan beberapa studi gangguan usus, masing-masing dari sekitar 400.000 orang.

Pemimpin penelitian, Emmanuel Adewuyi, mengatakan itu adalah penilaian komprehensif pertama dari hubungan genetik antara penyakit alzheimer dan beberapa gangguan usus.

Kesamaan Gen

Tim menemukan orang dengan penyakit alzheimer dan gangguan usus memiliki kesamaan gen yang penting karena berbagai alasan.

"Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang genetika di balik kejadian penyakit alzheimer dan gangguan usus yang diamati secara bersamaan," kata Adewuyi.

"Ini meningkatkan pemahaman kami tentang penyebab kondisi ini dan mengidentifikasi target baru untuk diselidiki guna mendeteksi penyakit lebih awal dan mengembangkan pengobatan baru untuk kedua jenis kondisi tersebut," tuturnya.

Direktur Pusat Kesehatan Presisi dan pengawas studi, Simon Laws, mengatakan meskipun penelitian tersebut tidak menyimpulkan gangguan usus menyebabkan penyakit alzheimer atau sebaliknya, hasilnya sangat berharga.

"Temuan ini memberikan bukti lebih lanjut untuk mendukung konsep sumbu 'usus-otak', hubungan dua arah antara pusat kognitif dan emosional otak, dan fungsi usus," kata Laws.

Ketika para peneliti melakukan analisis lebih lanjut ke dalam genetika bersama, mereka menemukan hubungan penting lainnya antara penyakit alzheimer dan gangguan usus, seperti peran kolesterol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.