Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Berhasil Mengalihkan Petir Menggunakan Laser

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 00:23 WIB | Oleh:
Ilmuwan Berhasil Mengalihkan Petir Menggunakan Laser Doc: Istimewa
Ket. Sinar laser ditembakkan dari puncak Gunung Santis di Swiss untuk mengarahkan sambaran petir lebih dari 50 meter.

PARIS - Para ilmuwan pada Senin (16/1) mengatakan pertama kali mereka berhasil menggunakan sinar laser untuk memandu petir.Cara itu diharapkan dapat membantu melindungi manusia dari sambaran petir, dan bahkan suatu hari mungkin untuk memicunya.

Dikutip dari The Straits Times, di seluruh dunia petir menyambar antara 40 dan 120 kali per detik, menewaskan lebih dari 4.000 orang dan menyebabkan kerusakan senilai miliaran dollar AS setiap tahun.

Menurut Statista, Singapura memiliki kepadatan petir tertinggi di dunia pada 2021, dengan 163 kejadian petir per kilometer persegi. Macao dan Brunei masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Namun perlindungan utama terhadap bahaya ini dari atas masih merupakan penangkal petir sederhana, yang pertama kali digagas oleh polimatik Amerika Benjamin Franklin pada 1749.

Sebuah tim ilmuwan dari enam lembaga penelitian telah bekerja selama bertahun-tahun untuk menggunakan ide yang sama tetapi mengganti tiang logam sederhana dengan laser yang jauh lebih canggih dan presisi.

Sekarang, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Photonics, mereka menjelaskan penggunaan sinar laser yang ditembakkan dari puncak gunung Swiss untuk mengalihkan sambaran petir lebih dari 50 meter.

"Kami ingin memberikan demonstrasi pertama bahwa laser dapat memengaruhi petir, dan paling sederhana untuk memandunya," kata Aurelien Houard, fisikawan di laboratorium optik terapan dari institut ENSTA Paris dan penulis utama studi tersebut.

"Tapi untuk aplikasi di masa depan akan lebih baik jika kita bisa memicu petir," kata Houard.

Cara Menangkap Petir

Dia menjelaskan petir adalah pelepasan listrik statis yang terbentuk di awan badai atau antara awan dan tanah. Sinar laser menciptakan plasma, di mana ion dan elektron bermuatan memanaskan udara.

"Udara menjadi sebagian konduktif, dan karenanya menjadi jalur yang disukai oleh petir," kata Houard.

Ketika para ilmuwan sebelumnya menguji teori ini di New Mexico pada 2004, laser mereka tidak berhasil memandu petir.

"Laser itu gagal karena tidak memancarkan cukup pulsa per detik untuk petir, yang muncul dalam milidetik. Juga sulit untuk memprediksi di mana petir akan muncul," ungkap Houard.

Untuk eksperimen terbaru, para ilmuwan menyisakan sedikit peluang. Mereka membawa laser seukuran mobil yang dapat menembakkan hingga ribuan gelombang cahaya per detik, ke puncak gunung Santis setinggi 2.500 meter di timur laut Swiss.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.