Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Segera Realisasikan PLTB Lepas Pantai Terbesar di Dunia

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Tiongkok Segera Realisasikan PLTB Lepas Pantai Terbesar di Dunia Doc: ANTARA
Ket. Turbin angin lepas pantai di Tiongkok

BEIJING - Energi merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu negara yang aktif berperan dalam melakukan transisi energi di negaranya adalah Tiongkok.

Tiongkok baru-baru dilaporkan tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) lepas pantai terapung komersial terbesar di dunia di pesisir Hainan. Para analis melihat langkah itu sebagai persiapan Beijing dalam menyambut pertumbuhan energi terbarukan.

Proyek dengan memiliki kapasitas 1 gigawatt (GW) tersebut dibangun oleh perusahaan milik negara, PowerChina, dan akan menghasilkan tenaga sekitar 11 kali lebih banyak daripada PLTB terapung terbesar saat ini di Norwegia.

Kantor Berita resmi Tiongkok melaporkan pada akhir Desember, proyek itu akan dibangun dalam dua tahap, yang pertama dengan kapasitas 200 megawatt (MW) akan dibangun pada 2025, dan 800 MW sisanya selesai pada 2027.

Dikutip dari The Straits Times, tidak seperti PLTB lepas pantai konvensional yang membutuhkan menara panjang untuk turbin berlabuh ke dasar laut, ladang angin terapung ini akan memiliki turbin yang mengapung di permukaan laut. Ini juga berarti PLTB dapat ditempatkan lebih jauh ke laut di mana kecepatan angin lebih besar.

Menurut analis energi terbarukan di perusahaan konsultan Trivium yang berbasis di Beijing, Cosimo Ries, industri energi angin lepas pantai Tiongkok berkembang sangat cepat dan akan kehabisan ruang di dekat pantai di beberapa titik.

"Jadi tidak dapat dihindari bahwa angin lepas pantai yang mengambang harus lepas landas," katanya, seraya menambahkan bahwa proyek-proyek ini menjanjikan potensi besar untuk perluasan tenaga angin.

Namun, dia juga menunjukkan bahwa karena tantangan teknologi dan teknik yang terlibat dalam pembangunan turbin angin terapung, biaya listrik yang dihasilkan dapat mencapai empat kali lipat dibandingkan dengan proyek angin tradisional yang dipasang di dasar laut.

Di situlah megaproyek seperti yang sedang dibangun oleh PowerChina, karena mereka membantu mengembangkan keahlian dan skala yang diperlukan untuk menurunkan biaya.

"Proyek seperti ini sangat penting untuk menentukan apakah itu bisa terjadi; seberapa cepat biaya dapat ditekan," kata Ries.

Menurut para ahli, ini juga merupakan sinyal yang jelas bahwa pertumbuhan energi terbarukan seperti tenaga angin dan matahari semakin cepat di Tiongkok.

Administrasi Energi Nasional telah menetapkan target untuk memasang sekitar 65 GW tenaga angin dan 98 GW tenaga surya tahun ini, atau gabungan lebih dari 160 GW, menurut angka yang dirilis selama konferensi kerja tahunannya pada 30 Desember.

Jika mencapai tujuan ini, akan meningkat 35 persen dari target tahun 2022 sebesar 120GW tenaga angin dan matahari. Tiongkok telah menetapkan tujuan untuk mencapai 1.200 GW dari total kapasitas terpasang tenaga angin dan matahari pada tahun 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Piala Dunia, Babak Pertama Semifinal, Spanyol Unggul 1-0

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Babak Pertama ...

UE Segera Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Russia

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Segera Jatuhkan Sanksi B...
Luar Negeri
Yaman Gelar Unjuk Rasa Besa...
Luar Negeri
Tiongkok Canangkan Target A...

Piala Dunia, Menit 20 Spanyol Mendapat Penalti, 1-0

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Menit 20 Spany...
Luar Negeri
Dubai Bangun Pelabuhan Baru...
Megapolitan
Festival Lima Gunung Hadirk...
Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

Harga Khusus BBM Nelayan Ditetapkan Pemerintah

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.