5 Lingkungan Toxic yang Masih Langgengkan Diskriminasi Berat Badan
📅 Selasa, 17 Jan 2023, 10:23 WIB | Oleh: SulianaPhul mengatakan tak sedikit pasien dengan tubuh besar sering merasa stigmatisasi oleh dokter mereka, sampai-sampai mereka menghindari atau menunda perawatan medis.
Dalam kasus lain, dokter mungkin melewatkan diagnosis penting karena bias berat badan. Misalnya, beberapa orang dengan tubuh besar telah melaporkan bahwa dokter tidak mengetahui tanda-tanda kanker karena awalnya mereka menghubungkan gejala yang diderita pasien dengan berat badan orang tersebut.
4. Sekolah
Insider mencatat intimidasi berbasis berat badan adalah salah satu jenis intimidasi yang paling umum dialami anak-anak di sekolah. Hal itu termasuk membuat komentar menggoda tentang ukuran badan seseorang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian telah menunjukkan bahwa bahkan di perguruan tinggi, siswa menilai individu bertubuh besar kurang berhasil secara akademis daripada rekan mereka yang lebih kurus.
5. Toko
Ada alasan mengapa seseorang dengan berat badan berlebih kesulitan mencari pakaian atau bahkan furnitur. Banyak toko pakaian tidak menjual barang-barang yang dapat dikenakan oleh orang bertubuh besar. Demikian pula, orang bertubuh besar mungkin sulit menemukan kursi atau meja yang memenuhi standar nyaman mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jenis bias di mana-mana ini disebut stigma bobot yang dilembagakan. Meskipun stigma ini tidak mengarah pada Anda secara pribadi, itu tetap berbahaya karena turut melanggengkan stigma tersebut.
"Anda mendapat pesan nonverbal bahwa ada yang salah dengan diri Anda, ada yang salah dengan tubuh Anda, tubuh Anda terlalu besar untuk berada di sini," kata Psikoterapis dan pendiri Body-Positive Therapy, Zoë Bisbing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!