PBB Laporkan Pemulihan Lapisan Ozon Sepenuhnya pada 2066
📅 Rabu, 11 Jan 2023, 11:25 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Freepik/Rawpixel
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan lapisan ozon pelindung bumi perlahan pulih dan akan sepenuhnya menutup lubang di Antartika dalam waktu sekitar 43 tahun.
Pemulihan itu terjadi lebih dari 35 tahun setelah setiap negara di dunia setuju untuk berhenti memproduksi bahan kimia yang merusak lapisan ozon.
Ozon merupakan bagian stratosfer yang melindungi planet kita dari sinar ultraviolet Matahari. Lapisan ozon yang menipis kemudian membentuk "lubang ozon" di atas Kutub Selatan setiap tahunnya.
Melansir Live Science, meskipun ozon dibuat dan dihancurkan secara alami di stratosfer, polusi yang disebabkan oleh manusia menghancurkan ozon lebih cepat daripada yang dapat terbentuk.
Walau proses pemulihannya lambat, PBB menuturkan lubang ozon raksasa yang menganga di atas Antartika akan diperbaiki sepenuhnya sampai tahun 2066.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melansir The Associated Press, Ilmuwan dan pendukung lingkungan di seluruh dunia telah lama memuji upaya untuk memulihkan lubang ozon melalui Protokol Montreal tentang Zat yang Merusak Lapisan Ozon.
Melalui Protokol Montreal, negara-negara PBB secara bertahap menurunkan konsumsi dan produksi zat perusak ozon (ODS) yang didalamnya termasuk hampir 100 bahan kimia buatan manusia.
Pasalnya, ketika dilepaskan ke atmosfer, bahan kimia tersebut merusak lapisan ozon stratosfer, perisai pelindung Bumi yang melindungi manusia dan lingkungan dari tingkat radiasi ultraviolet dari matahari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Diadopsi pada 16 September 1987, Protokol ini sampai saat ini merupakan satu-satunya perjanjian PBB yang telah diratifikasi semua 198 Negara Anggota PBB.
Lubang ozon sendiri pertama kali diamati pada awal 1980-an dan mencapai tingkat terbesarnya pada tahun 2006.
Para peneliti di NASA bersama Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) mendeteksi dan mengukur pertumbuhan dan pecahnya lubang ozon dengan instrumen di atas satelit Aura, Suomi NPP, dan NOAA-20.
Tanda-tanda penyembuhan telah dilaporkan empat tahun lalu tetapi masih sedikit. Pada 5 Oktober 2022, satelit-satelit itu mengamati lubang ozon maksimum satu hari seluas 26,4 juta kilometer persegi.
Angka tersebut menjadi yang terbesar sejak 2015. Namun, para ilmuwan menilai ukuran tersebut masih mengikuti tren keseluruhan yang menurun.
"Tindakan ozon menjadi preseden untuk aksi iklim. Keberhasilan kami dalam menghentikan secara bertahap bahan kimia pemakan ozon menunjukkan kepada kami apa yang dapat dan harus dilakukan, sebagai hal yang mendesak untuk beralih dari bahan bakar fosil, mengurangi gas rumah kaca, dan dengan demikian membatasi peningkatan suhu," ujar Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia, Prof. Petteri Kata Taalas dalam sebuah pernyataan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!